Menikmati Hujan Sambil Ngopi Ternyata Bisa Jadi Psychological Pause

Muhammad Ali • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 22:37 WIB
Warga Bogor saat menikmati secangkir kopi di tengah rintik hujan turun. (Raissa/Magang Radar Bogor)
Warga Bogor saat menikmati secangkir kopi di tengah rintik hujan turun. (Raissa/Magang Radar Bogor)

RADAR BOGOR — Hujan mulai menjadi bagian dari keseharian warga Bogor dan di tengah cuaca yang lebih sering mendung dan turunnya hujan, menikmati secangkir kopi sambil mendengarkan suara rintik hujan bisa menjadi momen sederhana untuk beristirahat sejenak.

Bagi sebagian orang, suasana tersebut terasa menenangkan apalagi Bogor yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan curah hujan tinggi membuat momen menikmati kopi di tengah hujan menjadi suasana yang cukup akrab dalam keseharian.

Human Growth Explorer Farah Adhiyah menjelaskan bahwa keduanya dapat menciptakan ruang kecil bagi tubuh dan pikiran untuk berhenti sejenak dari berbagai aktivitas dan tuntutan.

Baca Juga: Program Pelatihan Vokasi Jadi Angin Segar bagi Korban PHK di Kabupaten Bogor

“Secara psikologis, bukan hujan atau kopi yang secara ajaib membuat kita tenang. Namun, keduanya bisa menciptakan sebuah ruang kecil untuk tubuh dan pikiran berhenti sejenak,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurutnya, suara hujan yang berulang dan lembut dapat menjadi stimulus yang menenangkan. Perhatian seseorang perlahan dapat teralihkan dari berbagai suara, tuntutan, maupun hal-hal yang sedang memenuhi kepala.

Selain suara hujan, menikmati kopi juga melibatkan berbagai indra. Mulai dari hangatnya cangkir, aroma kopi hingga rasanya dapat membuat seseorang lebih sadar terhadap apa yang sedang dirasakan.

Hal tersebut berkaitan dengan mindfulness, yakni membawa perhatian kembali pada kondisi saat ini, sehingga seseorang tidak terus tenggelam dalam berbagai pikiran.

Farah menuturkan, kebiasaan menikmati kopi ketika ingin beristirahat juga dapat menjadi sebuah ritual kecil. Seiring waktu, momen tersebut dapat menjadi tanda bagi diri sendiri bahwa sudah waktunya berhenti sejenak.

“Bukan sekadar minum kopi, tapi sebuah ritual kecil untuk memberi ruang bagi diri sendiri,” katanya.

Saat sedang penat, pikiran seseorang terkadang tetap bekerja meskipun tubuh sudah merasa lelah. Duduk menikmati kopi sambil mendengarkan hujan dapat memberikan kesempatan untuk berhenti melakukan berbagai hal untuk sementara.

“Masalahnya tidak tiba-tiba selesai, hujan tidak menghapus apa yang sedang kita pikirkan, kopi juga tidak menyelesaikan semuanya. Tapi untuk beberapa menit, kita berhenti memaksa diri untuk menyelesaikan semuanya,” bebernya.

Ia menambahkan, momen sederhana tersebut dapat menjadi psychological pause, yakni jeda kecil bagi tubuh dan pikiran untuk bernapas sebelum kembali menghadapi aktivitas dan berbagai tuntutan.

“Kadang kita memang tidak selalu membutuhkan solusi, kadang kita hanya butuh duduk sebentar, menarik napas, dan membiarkan diri kita tidak memikirkan apa-apa,” pungkasnya. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
hujan kopi