RADAR BOGOR - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam unggahan terbaru di kanal resminya, YouTube Sudaryono, mengungkapkan bahwa sejak dirinya menjabat kurang lebih dua bulan terakhir, jumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di seluruh Indonesia kini telah mencapai 27.022 titik.
Pernyataan ini disampaikan dalam peluncuran serentak ratusan dapur baru yang digelar pada hari Jumat, 2 Oktober 2026.
Dalam keterangannya, Sudaryono menyebutkan bahwa pihaknya hari ini membuka 480 titik dapur baru yang tersebar di 16 provinsi secara serempak.
Pembukaan dapur-dapur baru ini difokuskan pada wilayah yang benar-benar membutuhkan program MBG, khususnya daerah dengan angka stunting tinggi serta kawasan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Baca Juga: Profil Irjen Asep Safrudin, Putra Bogor yang Ditunjuk sebagai Kabareskrim Polri
"Kami buka di tempat-tempat yang memang stuntingnya tinggi, tinggi sekali, dan di 3T. Di tempat-tempat di mana walaupun itu tempatnya barangkali bukan di pelosok paling pelosok, tapi anak-anaknya membutuhkan MBG," ujar Sudaryono.
Sudaryono memastikan bahwa pembukaan dapur MBG hari ini bukan menjadi titik akhir dari perluasan program tersebut.
Pihaknya menargetkan perluasan dapur baru akan terus berlanjut ke sejumlah wilayah lain dalam waktu dekat.
Baca Juga: Siapa Penasihat Presiden? Cek Tugas Wantimpres yang Baru Dilantik Prabowo
"Setelah ini kami harapkan minggu depan kami buka di Kalimantan, kami buka di Bali, kami buka di Sumatera," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa prioritas pembukaan dapur baru tetap diarahkan ke daerah-daerah dengan kebutuhan mendesak, baik dari sisi angka stunting maupun keterjangkauan wilayah, meski sebagian lokasi tersebut tidak selalu berada di daerah yang benar-benar terpencil.
Selain membahas perluasan jumlah dapur, Sudaryono juga menyoroti pentingnya kedisiplinan kerja dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) di setiap dapur MBG yang beroperasi. Ia menekankan bahwa petugas yang ditempatkan di lapangan memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap dapur berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Baca Juga: Kapolri Tunjuk Mantan Kapolres Bogor Jadi Kabareskrim
"Jadi tugasmu adalah menjadi mata dan telinganya saya di situ. Kalau kau lihat dapurmu kok enggak sesuai, bukan kau tutupi, itu salah," tegasnya kepada jajarannya.
Sudaryono juga meminta agar petugas lapangan segera melaporkan dan mengomunikasikan setiap kendala yang ditemukan kepada mitra penyedia dapur, termasuk soal kebutuhan peralatan seperti freezer tambahan.
Ia menekankan pentingnya mitigasi risiko keracunan makanan, bahkan meminta agar dapur yang tidak sanggup memenuhi standar kualitas lebih baik mengajukan penghentian operasional daripada membahayakan konsumen.
"Kalau rasanya enggak cukup, kok ngajukan berhenti. Daripada menyebabkan keracunan makanan," tambahnya.
Baca Juga: Kapolri Tunjuk Mantan Kapolres Bogor Jadi Kabareskrim
Di sela-sela kunjungannya, Sudaryono turut berinteraksi dengan anak-anak penerima manfaat program MBG, menanyakan kebiasaan bangun pagi serta menekankan pentingnya nilai hormat kepada orang tua dan guru selain prestasi akademik di sekolah.
Program MBG sendiri terus menjadi perhatian pemerintah sebagai salah satu upaya percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan gizi anak-anak Indonesia, dengan target jangkauan yang terus diperluas ke berbagai wilayah di seluruh penjuru tanah air.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Sudaryono