Jangan Asal Latihan, Intip Materi Fisik Poltekpin 2026

Khairunnisa RB • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 11:24 WIB
Ilustrasi tes kesehatan KOPDES Merah Putih. (Foto: rstrijata.com)
Ilustrasi tes fisik Poltekpin (Foto: rstrijata.com)

RADAR BOGOR - Tes kesamaptaan menjadi salah satu tahapan yang harus diperhatikan calon mahasiswa Poltekpin 2026. 

Setelah melewati seleksi awal dan SKD, peserta yang mengikuti seleksi lanjutan akan menghadapi serangkaian pengujian yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik.

Portal resmi Sekolah Kedinasan Poltekpin mencantumkan lari, pull-up, push-up, sit-up, dan shuttle run sebagai materi tes kesamaptaan.

Baca Juga: 91 Persen Dosen ASN PNS Diatur Lewat PermenPANRB 14/2026, Cek Yuk

Keberadaan lima materi tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan fisik yang diuji memiliki beberapa dimensi.

Lari, misalnya, berkaitan dengan kemampuan mempertahankan aktivitas fisik. Sementara pull-up dan push-up lebih banyak menuntut kemampuan otot bagian atas tubuh.

Sit-up melibatkan kekuatan dan daya tahan otot inti, sedangkan shuttle run menggabungkan gerakan cepat dengan perubahan arah.

Baca Juga: Kebakaran Lahan Dekati Jalur SUTT PLN, Tim UPT Karawang Bergerak Amankan Instalasi

Karena karakteristik setiap materi berbeda, latihan yang hanya berfokus pada satu jenis aktivitas berpotensi membuat persiapan menjadi tidak seimbang.

Peserta yang rajin berlari tetapi tidak pernah melatih tubuh bagian atas dapat menghadapi tantangan ketika memasuki materi pull-up atau push-up. 

Sebaliknya, latihan kekuatan tanpa latihan daya tahan juga belum cukup untuk mempersiapkan seluruh materi.

Baca Juga: Jurusan Kearsipan Laris di CPNS? Ini Peluang Kariernya

Pola latihan yang lebih terstruktur dapat dimulai dengan membagi latihan berdasarkan kemampuan. 

Hari tertentu digunakan untuk latihan kardio, sementara hari lainnya difokuskan pada kekuatan dan kelincahan

Tetapi peserta tidak perlu memaksakan diri. Program latihan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan, bila diperlukan, mendapatkan arahan dari pelatih atau tenaga profesional.

Baca Juga: 15 Kebijakan Pro-Karier ASN: Dekat Keluarga dan Naik Pangkat

Hal lain yang tidak kalah penting adalah teknik. 

Dalam tes fisik, gerakan yang terlihat banyak belum tentu dihitung apabila tidak memenuhi ketentuan pelaksanaan. 

Karena itu, peserta perlu menunggu petunjuk teknis resmi mengenai bagaimana setiap gerakan dinilai.

Baca Juga: PLN Perkuat Keandalan Listrik Karawang, GITET 500 kV Deltamas Jalani Pemeliharaan Rutin

Informasi tentang "berapa kali push-up", "berapa menit lari", atau "berapa detik shuttle run" yang beredar di media sosial perlu diperiksa kembali sebelum dijadikan target latihan.

Portal resmi Poltekpin yang saat ini tersedia menyebutkan jenis materi kesamaptaan, tetapi tidak menjadikan seluruh angka yang beredar di internet sebagai standar resmi.

Persiapan tes fisik pada akhirnya bukan sekadar mengejar angka. 

Baca Juga: Menang dari Thailand, Ranking FIFA Timnas Indonesia Bisa Melonjak! Ini Hitungannya

Peserta perlu membangun kondisi tubuh yang stabil agar dapat menjalani rangkaian seleksi secara optimal.

Apalagi seleksi Poltekpin tidak hanya terdiri dari tes kesamaptaan. 

Portal resmi mencantumkan tes kesehatan, psikologi, kesamaptaan, serta mansoskul dan keterampilan sebagai rangkaian seleksi lanjutan.

Dengan memahami struktur tersebut, calon peserta dapat mempersiapkan diri secara lebih menyeluruh.***

Editor : Khairunnisa RB
Sumber : POLTEKPIN – Portal Seleksi 2026
sekolah kedinasan 2026 poltekpin 2026 tes fisik poltekpin