Bukan Jaminan, Ini Kaitan PPG 2026 dengan Formasi ASN

Khairunnisa RB • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 06:25 WIB
Ilustrasi guru yang menerima TPG Juli dan Agustus di bulan September 2026 (YouTube PPG Kemendikdasmen/Diolah dengan Gemini AI)
Ilustrasi guru yang ikut PPG (YouTube PPG Kemendikdasmen/Diolah dengan Gemini AI)

RADAR BOGOR - Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 memiliki satu bagian yang menarik perhatian.

Pemerintah menyebut pembukaannya disusun berdasarkan proyeksi kebutuhan guru pada 2027–2028.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa PPG tidak semata-mata melihat kebutuhan guru pada saat program dilaksanakan.

Baca Juga: PPPK Dapat THR dan Gaji ke-13 pada 2026? Ini Dasar Hukumnya

Pemerintah juga memperhitungkan kebutuhan tenaga pendidik pada periode berikutnya.

Hal ini penting karena salah satu tantangan pendidikan Indonesia adalah menjaga keseimbangan antara jumlah guru, bidang keahlian dan kebutuhan sekolah.

Jika suatu daerah membutuhkan guru matematika, misalnya, penyediaan calon guru pada bidang tersebut perlu dipersiapkan jauh sebelum kebutuhan benar-benar muncul.

Baca Juga: Ribuan ASN Disebut Mundur, Ternyata Ini Faktanya

Begitu pula dengan guru kejuruan.

PPG Calon Guru 2026 menyediakan sejumlah bidang studi umum dan kejuruan.

Bidang tersebut antara lain PGSD, Informatika, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Biologi, Fisika, Kimia, Pendidikan Luar Biasa hingga Teknik Otomotif, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, Teknik Elektronika, Kuliner, Perhotelan dan Pemasaran.

Baca Juga: PKH Tak Cair Karena Game Terlarang, Ini Peluang Cair di Tahap 4

Pilihan bidang tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah mencoba menghubungkan pendidikan profesi dengan kebutuhan tenaga pendidik yang lebih luas.

Lalu, apakah proyeksi kebutuhan guru 2027–2028 berarti otomatis menjadi proyeksi formasi ASN?

Belum tentu.

Kebutuhan guru dan formasi ASN merupakan dua hal yang saling berkaitan, tetapi tidak identik.

Baca Juga: Pernah Juara 3 Bogorku Bersih, RT 09 Kedungbadak Bogor Fokus Pertahankan Budaya Bersih Warga

Kebutuhan guru menggambarkan kebutuhan tenaga pendidik untuk menjalankan layanan pendidikan. 

Sementara formasi ASN bergantung pada kebijakan pengadaan ASN, kebutuhan instansi pemerintah, kemampuan anggaran dan ketentuan rekrutmen yang ditetapkan pemerintah.

Karena itu, peserta PPG tidak dapat menganggap kelulusan program sebagai jaminan pengangkatan menjadi ASN.

Namun, hubungan keduanya tetap terlihat.

Baca Juga: Jalan R3 Jadi Prioritas RAPBD 2027, Pemkot Bogor Siapkan Pinjaman Rp400 Miliar

Pemerintah menjelaskan bahwa sertifikat pendidik yang diperoleh melalui PPG Calon Guru menjadi salah satu persyaratan untuk mengikuti rekrutmen guru pada instansi yang membutuhkan tenaga pendidik.

Dengan demikian, PPG dapat mempersiapkan calon guru sebelum kebutuhan rekrutmen muncul.

Model ini membuat PPG memiliki fungsi strategis dalam jangka panjang.

Baca Juga: PKH Terkendala Game Terlarang Kini Proses Cek Rekening, Ini Syaratnya

Daripada baru mencari dan menyiapkan guru ketika sekolah sudah kekurangan tenaga pendidik, pemerintah dapat menyiapkan calon guru lebih awal melalui pendidikan profesi.

Namun, kualitas menjadi faktor penting.

Calon guru tidak hanya memperoleh pembelajaran teori.

Baca Juga: Jelang Porprov 2026, Begini Cara Atlet Tinju Kota Bogor Jaga Stamina

Program PPG Calon Guru berlangsung selama dua semester dan mencakup perkuliahan, praktik kerja lapangan, proyek kepemimpinan dan pendampingan.

Pemerintah juga melakukan revitalisasi terhadap 172 LPTK pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat mutu pendidikan profesi guru.

Jika dikaitkan dengan ASN, maka rantainya dapat dipahami sebagai berikut: pemerintah memetakan kebutuhan guru, menyiapkan calon guru melalui pendidikan akademik dan profesi, memberikan sertifikat pendidik kepada peserta yang memenuhi ketentuan, kemudian ketika terdapat kebutuhan dan formasi guru ASN, lulusan dapat mengikuti mekanisme rekrutmen sesuai persyaratan.

Baca Juga: Jalan Saleh Danasasmita Batutulis Bogor Ditarget Selesai Akhir Oktober 2026, Awal November Uji Coba

Tidak ada tahap yang boleh dilewati secara otomatis.

Karena itu, lulusan PPG yang mengincar karier ASN tetap perlu memantau kebijakan rekrutmen pemerintah pada tahun-tahun berikutnya.

Yang jelas, penyebutan kebutuhan guru 2027–2028 dalam program PPG 2026 memperlihatkan adanya upaya menghubungkan pendidikan calon guru dengan perencanaan kebutuhan tenaga pendidik nasional.

Baca Juga: PKH dan BPNT Cair Hari Ini di KKS BRI, BNI, Mandiri, Masih Tahap 3

Bagi calon peserta, ini membuat PPG bukan sekadar pendidikan tambahan setelah sarjana.

Program tersebut menjadi bagian dari persiapan memasuki profesi guru secara lebih terstruktur.***

Editor : Khairunnisa RB
Sumber : direktorat ppg, kemendikdasmen
ppg 2026 asn formasi ASN