RADAR BOGOR - Rencana pemerintah melakukan profiling terhadap ratusan ribu ASN menjadi salah satu perkembangan penting dalam pengelolaan aparatur pada 2026.
Badan Kepegawaian Negara menargetkan sebanyak 600.000 ASN mengikuti Profiling ASN atau ProASN hingga Desember 2026.
Program ini bukan sekadar tes biasa. BKN menjelaskan bahwa ProASN dirancang untuk membangun basis data mengenai kompetensi, potensi, literasi digital, hingga preferensi karier ASN.
Baca Juga: Azka Corbuzier Debut Akting Lewat Film Home, Almost, Tayang Perdana di New York
Ada empat dimensi utama yang diukur dalam program tersebut.
Pertama adalah kompetensi manajerial dan sosial kultural. Kedua adalah potensi.
Ketiga adalah literasi digital. Keempat adalah preferensi karier.
Baca Juga: Jay Idzes Rayakan Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 : Ini Baru Permulaan!
Keempat aspek tersebut kemudian digunakan untuk menghasilkan gambaran profil ASN secara lebih menyeluruh.
Mengapa pemerintah membutuhkan data semacam ini?
Salah satu alasannya adalah semakin besarnya jumlah ASN, terutama setelah adanya penambahan pegawai melalui berbagai proses pengadaan.
BKN menilai peningkatan jumlah pegawai harus diikuti dengan penguatan kualitas.
Baca Juga: Tak Mau Selamanya Bergantung pada Minyak, Arab Saudi Lahirkan Mobil Listrik Exobot
Data profiling nantinya dapat membantu pimpinan instansi mengetahui kebutuhan pengembangan kompetensi pegawainya.
Misalnya, seorang ASN mungkin memiliki potensi tertentu yang belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam pekerjaan saat ini.
Dengan pemetaan yang lebih sistematis, potensi tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan karier maupun kebutuhan organisasi.
Baca Juga: Ramen Seirock-Ya di Bogor, Punya Toripaitan Khas Jepang dan Bersertifikat Halal
BKN juga mengaitkan ProASN dengan penerapan sistem merit dan manajemen talenta.
Sistem tersebut pada dasarnya membutuhkan data yang dapat menggambarkan kemampuan dan potensi pegawai.
Tanpa data yang memadai, pengelolaan talenta akan sulit dilakukan secara objektif.
Baca Juga: HP Dirampas, Pelajar di Kota Bogor Terseret Motor Jambret
Menariknya, BKN menyatakan rangkaian asesmen ProASN berlangsung sekitar 180 menit dan tidak dipungut biaya.
Program ini ditujukan bagi PNS yang berpotensi mengisi berbagai kebutuhan jabatan, termasuk jabatan manajerial.
Dengan demikian, hasil profiling bukan hanya menjadi catatan bagi pegawai, tetapi juga diharapkan menjadi salah satu basis informasi bagi pimpinan ketika menyusun kebijakan pengembangan SDM.
Baca Juga: RM Salam Sereh Kemang Bogor, Tempat Makan Sunda dengan View Persawahan
Jika target 600 ribu peserta tercapai, pemerintah akan memiliki basis data profil ASN dalam skala besar yang dapat digunakan untuk mendukung perencanaan karier dan kebutuhan organisasi.***
Editor : Khairunnisa RBSumber : BKN