RADAR BOGOR - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam unggahan terbaru 9 Oktober 2026 di kanal resminya YouTube Sudaryono menyatakan harapannya agar kajian yang dilakukan Ombudsman RI berbasis temuan dan fakta lapangan.
Ia menegaskan BGN tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang muncul, dan terus melakukan perbaikan tata kelola.
Sudaryono mengatakan temuan, laporan, dan pengaduan masyarakat yang dihimpun Ombudsman merupakan data faktual.
Karena itu, kajian yang nantinya didiskusikan dan direkomendasikan bersama BGN diharapkan juga bersifat faktual.
Baca Juga: HMI MPO Unhas Desak DPR MPR Tindak Lanjuti Putusan MK Soal Wakil Presiden
"Saya sangat mengharapkan kajian-kajian yang dilakukan Ombudsman RI, temuan, laporan, dan pengaduan masyarakat itu adalah faktual. Sehingga kajian yang nanti didiskusikan dan direkomendasikan kepada kami adalah kajian yang sifatnya faktual," kata Sudaryono.
Sudaryono menegaskan BGN terbuka terhadap persoalan yang ada. Menurutnya, penyelesaian masalah membutuhkan banyak masukan, baik berupa kritik maupun saran.
"BGN tidak menutup mata terhadap persoalan. Penyelesaian persoalan itu artinya banyak hal yang harus kita terima, banyak masukan, kritik, dan saran," ujarnya.
Baca Juga: 3 Perubahan Besar Desa Usai UU Satu Data Disahkan, Simak Penjelasan Prof Sofyan Sjaf
Sudaryono menyebut BGN saat ini terus melakukan pembenahan tata kelola di berbagai aspek, mulai dari sistem, sumber daya manusia, pengawasan, hingga tindak lanjut atas pengaduan yang masuk.
"Kami memang terus melakukan perbaikan tata kelola, baik sistemnya, orangnya, pengawasannya, termasuk bagaimana kita menindaklanjuti pengaduan. Semua kita perbaiki," kata Sudaryono.
Ia mengaku berbesar hati dan berharap Ombudsman dapat memberikan masukan yang berkualitas.
Namun, ia juga meminta masukan tersebut dapat disampaikan secepat mungkin agar perbaikan segera dilakukan.
Baca Juga: Info GTK Oktober 2026 Terbaru, Program Apresiasi Hadir, Begini Format Pelaksanaannya
"Kualitas masukannya pasti bagus, tapi kalau diizinkan, kami mohon cepat," ujarnya.
Sudaryono menjelaskan BGN menerima banyak masukan dan pengaduan dari berbagai saluran, seperti email, kotak surat, dan WhatsApp.
Persoalan yang masuk antara lain terkait mitra, termasuk insentif. Masukan itu, kata dia, dimanfaatkan untuk memperbaiki tata kelola sekaligus menyelesaikan persoalan satu per satu.
"Kami menerima pengaduan melalui email, mailbox, WhatsApp, dan banyak saluran lainnya. Ada persoalan mitra, insentif, dan lain sebagainya. Masukan-masukan ini kami terima agar bisa memperbaiki tata kelola dan menyelesaikan satu dua dan terus sampai dengan persoalan ini yang tidak bisa selesai," pungkasnya.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Sudaryono