RADAR BOGOR – Kesiapan memasuki dunia kerja perlu dibangun sejak bangku sekolah, termasuk bagi siswa yang menempuh pendidikan di bidang perbankan syariah.
Untuk mendukung hal tersebut, mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Pamulang (Unpam), memberikan pembekalan budaya kerja, etika Islami, dan integritas kepada siswa kelas X SMK Muhammadiyah 1 Ciputat.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut dilaksanakan pada Kamis 15 Oktober 2026 oleh mahasiswa kelas CS MPDE003 Kelompok 3.
Mengusung tema “Penguatan Kesiapan Kerja Siswa Kelas X Perbankan Syariah melalui Budaya Kerja 5S, Etika Kerja Islami, dan Integritas”, kegiatan ini diikuti oleh siswa jurusan Layanan Perbankan Syariah.
Tim PkM terdiri atas lima mahasiswa, yakni Rini Nuryani sebagai ketua, bersama Manurul Imam Darobbi, Mela Meilawati, Meinar Kristianti, dan Adisty Kusuma Wardani.
Pelaksanaan kegiatan tersebut berada di bawah bimbingan Koordinator PkM Mahasiswa, Dr. Sri Utaminingsih, S.H., S.Pd., M.M.Pd.
Baca Juga: Transfer Daerah Dipangkas Rp300 Miliar, Gapensi Dorong Keterlibatan Kontraktor Lokal Bogor
Program ini disusun berdasarkan hasil observasi awal bersama pihak sekolah. Dari pengamatan tersebut, siswa kelas X dinilai perlu mendapatkan pengenalan lebih awal mengenai budaya kerja, etika profesional, serta standar pelayanan di sektor perbankan sebelum menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Ketua tim PkM, Rini Nuryani, menjelaskan bahwa pembentukan sikap kerja sejak dini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi lingkungan profesional.
“Kelas X adalah waktu yang tepat untuk menanamkan sikap kerja. Kami ingin siswa tidak hanya paham teori, tetapi juga berani mempraktikkan cara melayani nasabah dengan santun dan menjaga kerahasiaan data,” ujar Rini.
Pembelajaran Budaya Kerja Perbankan Dikemas Lewat Permainan
Agar materi lebih mudah dipahami dan tidak monoton, tim PkM mengemas sesi pembelajaran selama dua jam dengan metode interaktif berbasis permainan.
Kegiatan diawali dengan permainan “Tebak Profesi Bank”. Para siswa kemudian dibagi menjadi lima kelompok yang menggunakan nama profesi di sektor perbankan, yaitu Relationship Manager, Credit Analyst, Risk Management, Financial Analyst, dan Branch Manager.
Pada sesi pertama, siswa mempelajari budaya kerja 5S atau 5R yang mencakup Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin.
Untuk menguji pemahaman, setiap kelompok diminta mengidentifikasi pelanggaran prinsip 5R melalui gambar meja teller yang tidak tertata.
Materi berikutnya membahas etika kerja Islami melalui penerapan nilai siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.
Dalam sesi ini, siswa diajak memahami cara mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi persoalan di lingkungan kerja.
Baca Juga: Marak Pengendara Lawan Arah di Simpang Ciawi Bogor, Jenal Ancam Lakukan Ini
Melalui permainan “Kartu Dilema Amanah”, peserta diberikan sejumlah simulasi situasi profesional, salah satunya ketika menemukan kelebihan uang setoran nasabah.
Siswa diminta menentukan tindakan yang sesuai dengan prinsip kejujuran dan tanggung jawab.
Pembelajaran kemudian berlanjut pada materi pelayanan prima dan perlindungan kerahasiaan data nasabah.
Untuk mempraktikkan materi tersebut, tim menghadirkan permainan peran bertajuk “Teller Sehari”.
Dalam simulasi itu, perwakilan setiap kelompok berperan sebagai teller yang harus menghadapi beragam situasi.
Tantangannya meliputi melayani nasabah yang sedang terburu-buru hingga menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas bank dan meminta kode OTP.
Melalui simulasi tersebut, siswa diperkenalkan pada pentingnya memberikan pelayanan secara santun sekaligus menjaga keamanan informasi nasabah, termasuk tidak sembarangan membagikan kode rahasia.
Nilai Evaluasi Siswa Meningkat dari 67 Menjadi 85
Untuk mengetahui efektivitas pembekalan, tim PkM melakukan evaluasi melalui tes sebelum dan sesudah kegiatan atau pretest dan posttest.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa dari 67 pada pretest menjadi 85 pada posttest.
Hasil tersebut menunjukkan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti rangkaian pembelajaran.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Ciputat, Adi Suryadi, M.Pd., menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut.
Baca Juga: Sinopsis Ghosthing, Film Horor Komedi tentang Arwah yang Tak Tahu Penyebab Kematiannya
Ia berharap pembekalan yang diberikan dapat memperluas pengetahuan sekaligus meningkatkan kesiapan siswa dalam memasuki dunia kerja.
“Semoga kegiatan ini menambah keilmuan dan kesiapan kerja untuk para siswa jurusan Layanan Perbankan Syariah,” ujarnya.
Sebagai penutup, setiap siswa diminta menuliskan satu komitmen kerja yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar di sekolah maupun ketika menjalani PKL.
Melalui program pengabdian ini, tim PkM berharap siswa memiliki bekal awal untuk menghadapi dunia kerja di sektor perbankan syariah.
Tidak hanya memahami keterampilan pelayanan, para siswa juga diharapkan mampu menerapkan sikap profesional, kejujuran, integritas, dan amanah dalam menjalankan tanggung jawabnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin