RADAR BOGOR - Jejak kejayaan Majapahit di Trowulan, akan menjadi panggung bagi upaya pelestarian pusaka Nusantara.
Melalui gelaran Pesona Pusaka Nusantara, para pelestari budaya, kolektor, dan komunitas pusaka bersiap menggaungkan gerakan Golok Road to UNESCO sekaligus memperkenalkan kekayaan warisan leluhur kepada masyarakat luas.
Persiapan kegiatan tersebut mulai dimatangkan melalui rapat gabungan panitia pusat dan daerah yang berlangsung di kawasan Pendopo Agung Trowulan, Mojokerto, Sabtu (18/10/2026) malam.
Baca Juga: Warga Bogor Bisa Cek Setelan Angin, Jika Mesin Mobil dan Knalpot Bermasalah
Pertemuan ini, membahas sinergi penyelenggaraan acara, mulai dari pembukaan hingga penutupan, agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.
Ketua Panitia Pesona Pusaka Nusantara, Zaenal Mutaqin, memimpin rapat koordinasi tersebut.
Ia menekankan, pentingnya kerja sama seluruh tim untuk menyukseskan agenda yang tidak hanya menghadirkan pameran, tetapi juga membawa misi edukasi dan pelestarian budaya.
“Persiapan ini menjadi langkah penting, untuk menyatukan seluruh elemen panitia. Kami ingin Pesona Pusaka Nusantara menjadi ruang bersama bagi para pelestari pusaka untuk memperkenalkan warisan budaya sekaligus memperkuat gerakan Golok Road to UNESCO,” ujar Zaenal dalam keterangannya kepada Radar Bogor.
Puluhan Stand Pusaka Siap Meramaikan Trowulan
Antusiasme peserta mulai terlihat dari jumlah pendaftar pameran.
Koordinator Pameran Pusaka, Eko dan Hartono menyampaikan, hingga rapat berlangsung, sebanyak 65 stand telah terdaftar.
Peserta berasal dari berbagai daerah dan provinsi di Indonesia.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah stand golok, yang akan menampilkan kekayaan tradisi senjata khas Nusantara sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.
Kehadiran para peserta dari beragam wilayah diharapkan mempertemukan pelestari, kolektor, serta komunitas pusaka dalam satu ruang.
Selain menjadi ajang pamer, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat sejarah dan nilai budaya yang melekat pada setiap pusaka.
Baca Juga: Waspada, Radiator Mitsubishi Fuso Canter Euro 4 Kotor Bisa Bikin Overheat
“Sejauh ini sudah ada 65 stand yang mendaftar. Peserta datang dari berbagai daerah, termasuk komunitas yang secara khusus membawa dan memperkenalkan golok sebagai salah satu kekayaan budaya Nusantara,” jelas Eko yang diamini Hartono.
Trowulan Dipilih untuk Menguatkan Pesan Pelestarian
Penanggung jawab acara, Gatut Susanta menjelaskan, Pesona Pusaka Nusantara dirancang sebagai kegiatan sosialisasi, edukasi, dan pameran.
Gerakan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat masyarakat dalam menjaga pusaka sekaligus mendukung upaya pengenalan golok ke tingkat internasional.
Pemilihan Trowulan sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna tersendiri.
Kawasan ini, dikenal sebagai pusat peninggalan sejarah Majapahit, salah satu kerajaan besar yang pernah berkembang di Nusantara.
Baca Juga: Sinopsis Drama Korea Make Me Tingle, Nam Ji-hyun dan Kim Jae-young Terlibat Romansa Berbeda
Momentum peringatan HUT Majapahit ke-733 dinilai tepat untuk menghubungkan kekayaan sejarah masa lalu dengan gerakan pelestarian budaya masa kini.
“Melalui Pesona Pusaka Nusantara, kami ingin mengajak masyarakat lebih mengenal, memahami, dan ikut melestarikan pusaka. Trowulan dipilih karena memiliki nilai sejarah yang kuat, sehingga semangat pelestarian budaya dapat semakin terasa,” papar Gatut dalam keterangannya.
Golok Road to UNESCO Jadi Gerakan Bersama
Pesona Pusaka Nusantara diharapkan, tidak berhenti sebagai agenda pameran semata.
Kegiatan ini, menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran publik tentang pentingnya menjaga pusaka sebagai identitas dan warisan budaya Indonesia.
Gerakan Golok Road to UNESCO juga menjadi ajakan untuk memperkuat pengenalan golok sebagai kekayaan budaya yang memiliki nilai sejarah, tradisi, dan keterampilan pembuatan yang diwariskan lintas generasi.
Baca Juga: Kuliner Seafood Bandung, Kepiting Bang Ja'i Punya Menu Octocrab dan Diskon 20 Persen
Melalui kolaborasi panitia pusat, daerah, dan komunitas pusaka, Trowulan diharapkan menjadi titik temu bagi para pelestari budaya untuk berbagi pengetahuan sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan Nusantara.
Upaya menuju pengakuan UNESCO, merupakan proses yang memerlukan tahapan dan mekanisme tersendiri.
Karena itu, Pesona Pusaka Nusantara menjadi salah satu ruang untuk memperluas edukasi dan dukungan masyarakat terhadap pelestarian golok dan pusaka Indonesia. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti