RADAR BOGOR - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu berjalan beriringan dengan pendidikan gizi.
Menurutnya, anak-anak harus memahami manfaat karbohidrat, protein, sayuran, dan buah bagi tubuh, sementara guru dan orang tua berperan melengkapi kebutuhan gizi mereka, sehingga manfaat program tidak hanya bergantung pada makanan yang diterima di sekolah.
Kepala BGN Sudaryono dalam kanal resminya YouTube Sudaryono, memaparkan bahwa data konsumsi protein, sayur, dan buah anak-anak peserta program berangsur meningkat setelah adanya MBG.
Baca Juga: Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Cair Akhir Oktober 2026, Simak Penjelasan Mendikdasmen
Protein hewani: naik dari sekitar 26 persen sebelum MBG menjadi 84 persen setelah MBG.
Buah dan sayur: naik dari sekitar 65 persen sebelum MBG menjadi 90 persen setelah MBG.
"Setelah ada MBG, tingkat konsumsi protein hewani anak-anak peserta meningkat dari 26 persen menjadi 84 persen," ujarnya, dikutip dari YouTube Sudaryono pada 19 Oktober 2026.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 12 Wilayah Indonesia, Bagaimana Cuaca Bogor Hari Ini?
Ia menjelaskan, angka konsumsi buah dan sayur memang sudah cukup tinggi sebelumnya, tetapi MBG mendorongnya lebih tinggi lagi.
Salah satu tantangan, kata dia, adalah kesadaran anak untuk mau makan sayuran.
Sudaryono berharap seluruh kepala daerah dan jajarannya melibatkan guru dalam pendidikan gizi.
Anak-anak perlu memahami mengapa seseorang harus makan karbohidrat, apa fungsi protein, serta apa manfaat sayuran dan buah bagi tubuh.
Baca Juga: Pesona Pusaka Nusantara Segera Hadir Awali HUT ke-733 Majapahit
"Itu harus dijelaskan dengan baik sehingga menjadi kesadaran gizi yang baik bagi generasi kita mendatang," katanya.
Dengan tambahan MBG dan kesadaran gizi yang baik, orang tua diharapkan dapat melengkapi kebutuhan protein, serat dari sayur, dan karbohidrat anak melalui makanan di rumah masing-masing.
Dengan begitu, pemenuhan gizi tidak hanya bergantung pada makanan yang disediakan di sekolah.
Sudaryono menjelaskan alasan angka konsumsi protein hewani berhenti di 84 persen, bukan 100 persen.
Baca Juga: Game Online Berpotensi Disusupi Paham Radikalisme, Guru Besar UKI Ingatkan Orang Tua
Sebanyak 16 persen anak masih bersekolah di wilayah yang dapur MBG-nya belum beroperasi.
"Itu menjadi tanggung jawab saya beserta jajaran BGN, bagaimana caranya sesegera mungkin anak-anak yang membutuhkan ini bisa mendapatkan haknya, yaitu makan bergizi gratis di sekolahnya masing-masing," tegasnya.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Sudaryono