BIAK – RADAR BOGOR, Keputusan wasit Eko Saputro mendapatkan sorotan tajam saat pertandingan di babak 12 besar Liga 2 Grup Z antara Psbs Biak dan Gresik United.
Pertandingan antara PSBS Biak dan Gresik United di Stadion Cendrawasih, Biak, menjadi sorotan setelah keputusan wasit Eko Saputro memberikan penalti kontroversial pada menit 90+5.
Pemain PSBS Biak, Muhammad Tahir, dianggap melakukan diving oleh sebagian besar pihak, namun Eko Saputro tetap menunjuk titik putih setelah menilai adanya pelanggaran yang kontroversial dari pemain Gresik United, Frank Sokoy.
Eksekusi Penalti yang Menentukan
Alexandro Dos Santos Perreira menjadi algojo eksekusi penalti tersebut. Gol yang dicetaknya pada menit 90+5 membawa PSBS Biak unggul 1-0 dan meraih tiga poin penting dalam persaingan Grup Z Liga 2.
Protes Sengit dan Surat Protes: Gresik United Layangkan Protes ke PSSI dan PT LIB
Keputusan kontroversial Eko Saputro memicu reaksi keras dari Gresik United. Manajer Gresik United, Harris Bahasuan, menyatakan bahwa keputusan wasit merugikan timnya dan langsung melayangkan surat protes ke PSSI dan PT LIB.
Protes ini diperkuat dengan pandangan bahwa Muhammad Tahir seharusnya diberikan kartu kuning atas diving yang dilakukannya.
Kecaman Terhadap Keputusan Wasit
Manajer Harris Bahasuan menyampaikan kekecewaan dan kecamannya terhadap keputusan wasit. Dia menegaskan bahwa Gresik United merasa dicurangi dan bahwa keputusan tersebut sangat merugikan timnya. Gresik United berharap ada klarifikasi terkait insiden ini untuk menjaga integritas kompetisi.
Reaksi Pelatih dan Pemain: Agus Indra Kurniawan Kecewa
Pelatih Gresik United, Agus Indra Kurniawan, mengekspresikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit. Meskipun awalnya optimistis bisa mencuri poin, semua itu berantakan dengan keputusan kontroversial ini. Agus Indra Kurniawan menilai keputusan wasit sangat memengaruhi jalannya pertandingan.
Komentar Muhammad Tahir
Muhammad Tahir, pemain PSBS Biak yang menjadi sorotan atas kontroversi diving, membela diri. Dia menegaskan bahwa dia benar-benar mendapatkan kontak dari Frank Sokoy dan jatuh secara wajar. Muhammad Tahir menganggap bahwa penalti tersebut merupakan keputusan yang adil.
Insiden kontroversial ini tak hanya meninggalkan dampak di antara kedua tim, tetapi juga meraih perhatian publik sepak bola Indonesia. Beberapa pihak memberikan dukungan kepada Gresik United, sementara yang lain mencoba melihat insiden ini dari sudut pandang yang lebih objektif.
Tantangan Persaingan di Grup Z
Dengan perolehan tiga poin dari kemenangan kontroversial ini, PSBS Biak memimpin Grup Z. Sementara itu, Gresik United harus bangkit dari kekecewaan dan tetap fokus untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Persaingan di Grup Z Liga 2 2023/2024 semakin sengit dengan bermunculannya kontroversi seperti ini.
Kontroversi Menyertai Kemenangan PSBS Biak
Keputusan wasit Eko Saputro dalam memberikan penalti kontroversial di injury time babak kedua menghadirkan sorotan tajam dalam pertandingan antara PSBS Biak dan Gresik United.
Editor: Yosep
Editor : Administrator