Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Rekap Hasil Final Australia Open 2024, Indonesia Bawa Satu Gelar Juara dan Dua Runner-up

Alpin. • Minggu, 16 Juni 2024 | 17:13 WIB
Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, sukses mengakhiri puasa gelar setelah menang pada final Australian Open 2024.
Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, sukses mengakhiri puasa gelar setelah menang pada final Australian Open 2024.

RADAR BOGOR, Setelah empat kali melaju ke partai punca, pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, akhirnya sukses meraih gelar juara.

Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, sukses mengakhiri puasa gelar setelah menang pada final Australia Open 2024.

Pasangan yang akrab disapa Ana/Tiwi itu menang atas ganda putri asal Malaysia, Lai Pei Jing/Lim Chiew Sien di Quaycentre, Sydney Olympic Park, Australia, Minggu (16/6/2024).

Ana/Tiwi harus bermain tiga gim dan akhirnya menang dengan skor 12-21, 21-7, 21-13.

Selama ini, Lai biasanya bermain pada nomor ganda campuran bersama Tan Kian Meng, sempat memberi perlawanan ketat lewat pertahanan.

Pemainannya cukup kuat dengan tandem barunya pada ganda putri, Lim.

Ganda putri andalan Indonesia Ana/Tiwi terakhir kali menjadi juara pada SEA Games 2023 di Kamboja.

Meski sering tampil di partai puncak, mereka selalu menjadi runner-up, yakni Taipei Open 2023, Spain Masters 2024, dan Thailand Open 2024.

Hasil ini memutus rantai kekalahan Ana/Tiwi di partai final ajang BWF super 500 yang pernah mereka lakoni.

Di ajang Australia Open 2024 ini, Indonesia menempatkan tiga wakilnya.

Namun, Indonesia hanya membawa pulang satu gelar juara ganda putri dan dua runner-up dari tunggal putri dan ganda putra.

Baca Juga: Komitmen Jaga Kebersihan, Bakal Calon Wali Kota Satu Ini Bebersih Alun-alun Kota Bogor Bersama Warga

Tiga wakil Indonesia pada laga puncak Australia Open 2024, yakni Ester Nurumi Tri Wardoyo, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Tunggak putri masa depan Indonesia, Ester yang berjumpa dengan Aya Ohori asal Jepang, harus tertikung menyakitkan.

Padahal, di laga final ini, Ester berhasil memenangi gim pertama lebih dulu dan unggul pada gim kedua.

Di gim penentuan, Ester justru banyak melakukan kesalahan, terutama dalam pengamatan bola lob serang Ohori yang sering dikiran out, padahal masih masuk.

Gim ketiga, Ester kalah start dan tertinggal jauh. Meski sempat mengejar, Ester kesulitan menjaga ritme dan kalah dengan skor 21-17, 19-21, 16-21.

Sementara Ahsan/Hendra, pada laga puncak menyerah di hadapan wakil unggulan pertama asal China, He Ji Ting/Ren Xiang Yu.

The Daddies kalah dalam dua gim. Meski begitu, final yang dijalani Hendra sendiri hari ini tetap memiliki kesan istimewa.

Peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 itu telah mencatatkan rekor karena selalu mampu mencapai setidaknya satu final setiap tahunnya dalam 23 tahun beruntun sejak 2002 lalu.

Dari Hendra masih berusia 17 tahun sampai sekarang sudah menginjak usia 39 tahun.

Terlepas dari itu, juara umum pada Australian Open 2024 kali ini jatuh kepada China yang juga mengantongi gelar dari ganda campuran lewat derbi yang dijalani Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin dengan Guo Xin Wa/Chen Fang Hui.(**)

Editor : Alpin.
#indonesia #Ester Nurumi Tri Wardoyo #australia open #Febriana Dwipuji Kusuma dan Amalia Cahaya Pratiwi