RADAR BOGOR - Ketika juara Euro 2020, Italia memenangi dua laga yang ditentukan adu penalti.
Yakni 5-3 vs Spanyol di semifinal dan mengalahkan Inggris 4-3 di final.
Dua tim itu tentunya bukan saingan Swiss yang menjadi lawan Italia di 16 besar malam nanti (siaran langsung RCTI/Euro 1/Euro 3/Sportstars 3/Sportstars 4 pukul 23.00 WIB).
Tetapi, Gli Azzurri bisa dibilang justru mewaspadai kejutan Swiss terutama jika laga nanti ditentukan oleh drama adu penalti.
Sebab, sebelum Italia memenangi semifinal dan final di Euro 2020, Swiss lebih dulu mengejutkan dengan menyingkirkan juara Piala Dunia 2018 Prancis di 16 besar juga dari adu penalti.
"Kami dengan teliti menganalisis performa tim Italia saat di fase grup. Mereka memang bisa mengejutkan. Tetapi, secara mental, kami bisa mengatasi laga seperti ini," papar pelatih Swiss Murat Yakin.
Murat Yakin memang layak yakin timnya bisa kembali mengejutkan seperti di 16 besar Euro 2020.
Sebab, mayoritas para pemain yang ada saat itu masih ada di skuad saat ini. Termasuk kiper Yann Sommer.
Saat mengalahkan Les Bleus di adu penalti dengan skor 8-7, kiper Inter Milan itu mementahkan eksekusi pemungkas Prancis yang diambil Kylian Mbappe.
Kegagalan tersebut bahkan sempat memunculkan rumor bahwa Mbappe yang frustrasi bakal pensiun dari level internasional.
Kesuksesan saat itu jadi satu-satunya yang dilakukan Verano--julukan Sommer--bersama Swiss dari empat kesempatan sepanjang kariernya.
Tetapi, jika hanya mengandalkan memori manis di Euro 2020, Italia juga bisa jemawa dengan Donnarumma.
Ketika menghadapi Spanyol di semifinal, kiper Paris Saint-Germain itu menggagalkan eksekusi Alvaro Morata.
Di final melawan Inggris, jebolan akademi AC Milan itu malah menggagalkan eksekusi Jadon Sancho dan Bukayo Saka.
Sepanjang kariernya bersama Italia, dua laga itu menjadi pengalaman seluruhnya bagi Gigio--julukan Donnarumma--untuk adu penalti.
Dengan usia 25 tahun atau lebih muda 11 tahun dari Sommer, statistik hebat Donnarumma tersebut sudah cukup membuat Italia aman dari teror hadiah atau adu penalti.
Tanpa mengecilkan arti para pemain lapangan, kedua kiper punya nilai bagus.
Donnarumma mendapat rating 7,15 hasil 11 penyelamatan selama fase grup. Sedangkan Sommer yang berbekal 5 penyelamatan diberi rating 6,36.
"Harapan kepada kami (sebagai juara bertahan, Red) sangat besar. Di lain sisi, status kapten membuatku lebih termotivasi (untuk mengulang sukses Euro 2020, Red)" ujar Donnarumma. (io/ady)
Line-Up
Swiss (3-4-2-1): 1-Sommer (g); 22-Schar, 5-Akanji, 13-Rodriguez; 2-Stergiou, 10-Xhaka (c), 8-Freuler, 20-Aebischer; 19-Ndoye, 17-Vargas; 7-Embolo
Pelatih: Murat Yakin
Jersey pemain: merah
Jersey kiper: hijau
Italia (3-5-2): 1-Donnarumma (g/c); 13-Darmian, 4-Buongiorno, 23-Bastoni; 2-Di Lorenzo, 18-Barella, 8-Jorginho, 10-Pellegrini, 3-Dimarco; 14-Chiesa, 9-Scamacca
Pelatih: Luciano Spalletti
Jersey pemain: biru
Jersey kiper: kuning
Siaran langsung: RCTI/Euro 1/Euro 3/Sportstars 3/Sportstars 4 pukul 23.00 WIB
Stadion: Olympiastadion, Berlin
Wasit: Szymon Marciniak (Polandia)
Bukan Sekadar Tos-tosan
KONTRIBUSI Sommer dan Donnarumma tidak sekadar dinanti ketika adu penalti. Pada 90 menit atau babak tambahan, mereka juga bisa menjadi penentu meski statistik Donnarumma lebih baik. (*)
STATISTIK PENALTI
Yann Sommer
Total: 95
Sukses: 16
Baca Juga: Gelar PPDB Perdana, SMPN 21 Bogor Masih Sepi Peminat
Gagal: 79
Persentase: 16,84 persen
Gianluigi Donnarumma
Total: 56
Sukses: 15
Baca Juga: Gelar PPDB Perdana, SMPN 21 Bogor Masih Sepi Peminat
Gagal: 41
Persentase: 26,78 persen