RADAR BOGOR-Timnas Indonesia U-20 kembali mencatatkan prestasi luar biasa di tingkat internasional, setelah memastikan diri lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2025.
Timnas Indonesia U-20 berhasil menjadi juara grup, setelah menahan imbang Yaman dengan skor 1-1 pada laga terakhir Grup F Kualifikasi Piala Asia AFC U-20 2025 di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (29/9/2024).
Meskipun pertandingan kedua tim sangat sengit, hasil imbang sudah cukup bagi Timnas Indonesia U-20 untuk berlaga di putaran final Piala Asia U-20 2025.
Dari tiga pertandingan di Grup F, Garuda Muda mengumpulkan 7 poin. Perolehan ini sama dengan Yaman, tetapi Indonesia unggul dalam selisih gol, dengan Timnas Indonesia U-20 mencatatkan selisih +6, sementara Yaman hanya +5.
Timnas Indonesia sebenarnya memimpin pertandingan melalui gol Jens Raven di menit ke-45+1. Namun, Abdulrahman Al Khadher mampu menyamakan kedudukan dua menit kemudian.
Usai memasikan diri lolos ke Piala Asia U-20, Pelatih Timnas Indonesia U-20 Indra Sjafri mengatakan timnya akan berlatih di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur untuk mempersiapkan tim berlaga di Piala Asia U-20 di China 6-23 Februari tahun depan.
Dalam jumpa pers yang diadakan Minggu (29/9/2024) malam setelah pertandingan terakhir Grup F kualifikasi Piala Asia U-20 2025 melawan Yaman U-20, Indra menyatakan bahwa timnya akan mulai berlatih di IKN selama satu pekan.
Indra menyatakan bahwa mereka akan mencoba lapangan di IKN tanggal 7 hingga 10 atau 11 Oktober 2024, dan melakukan latihan selama satu minggu di sana, bertepatan dengan peresmian IKN pada 11 Oktober.
"Sudah 90 persen untuk TC sudah memenuhi syarat. Lapangan pasti sudah bagus, akomodasi sudah bagus, sarana fasilitas juga sudah pasti," kata Yunus Nusi, Sekjen PSSI.
Timnas Indonesia U-20 akan berlatih di IKN selama satu pekan dengan menggunakan semua fasilitas PSSI, menurut Erick Thohir, ketua PSSI.
Pada 11 Oktober, Presiden Joko Widodo dan Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino akan meresmikan tahap pertama Pusat Pelatihan PSSI.
Pusat Pelatihan IKN memiliki luas 34,5 hektare dan akan memiliki delapan lapangan dan asrama untuk 138 pemain, pelatih, dan kepala pelatih.
Selain itu, di sana ada berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang fisioterapi, gym, dan pusat perawatan medis. FIFA memberikan hibah sebesar 5,6 juta dolar AS (Rp85 miliar) melalui program FIFA Forward untuk membantu membangun Pusat Pelatihan PSSI.
Sementara itu, pada tahun 2024, pemerintah Indonesia mengalokasikan dana sebesar Rp127,10 miliar untuk perlengkapan dan biaya operasi pusat pelatihan PSSI di IKN.
Selain itu, program PSSI lainnya, seperti pemusatan latihan timnas putra dan putri di dalam dan luar negeri, termasuk kompetisi seperti Liga 3 Indonesia, serta peningkatan wawasan teknis dan tata kelola sepak bola melalui pelatihan pelatih dan wasit. (***)
Editor : Yosep Awaludin