RADAR BOGOR - Persikabo 1973 berada pada kondisi sulit. Dari enam kali laga, lima diantaranya harus berakhir dengan kekalahan dan sekali menang di Pegadaian Liga 2 musim 2024/2025.
Terkini, saat bertandang ke markas Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring, Palembang, Minggu (6/10) kemarin sore, Laskar Padjadjaran, julukan Persikabo dibantai dengan skor telak 5-1.
Sebelumnya, Persikabo dikalahkan PSPS Riau dalam laga perdana Grup A Pegadaian Liga 2, Sabtu (7/9) dengan skor 3-1.
Kemudian dipermalukan Persiraja Banda Aceh di rumah sendiri, Stadion Pakansari pada Minggu (15/9) dengan hasil 4-2.
Lalu menggapai tiga poin pertama saat kembali menjadi tuan rumah saat menggempur Dejan FC 5-1, Minggu (22/9).
Kekalahan kembali diraih saat skuad asuhan Djadjang Nurdjaman bertandang ke markas PSMS Medan, Kamis (26/9) dengan skor 4-1.
Dan laga pembuka di bulan Oktober menyerah 1-2 atas Persikota Tangerang di Pakansari, Rabu (2/10).
Alhasil, Persikabo 1973 harus berada di dasar jurang klasemen sementara Grup A Pegadaian Liga 2 dengan tiga poin, mencetak gol 11 kali dan 20 kali kebobolan.
Berhembus kabar kurang sedap jika lima kali kekalahan tersebut dipengaruhi oleh kondisi keuangan klub. Sudah dua bulan pelatih dan para pemain belum menerima transferan gaji di rekening mereka.
Hal itu disuarakan kelompok suporter Persikabo, UPCS di tribun utara Pakansari saat laga melawan Persikota.
Dengan kompak, mereka meneriakkan yel-yel agar gaji pemain dibayar.
Sementara Djanur-sapaan karib Djadjang Nurdjaman-seolah memberi tanda jika kondisi Persikabo benar-benar dilanda kesulitan.
“Kami tidak puas dengan materi pemain yang ada. Inginnya di putaran kedua bisa ganti pemain. Itupun kalau rezekinya ada,” ujarnya kepada awak media usai laga melawan Persikota.
Prihatin dengan kondisi yang terjadi, aksi penggalangan dana dilakukan oleh masyarakat yang peduli terhadap Persikabo 1973
Dalam pamflet digital yang disebar di grup-grup WhatsApp. Kegiatan ini untuk menyelamatkan Persikabo 1973 maupun pelatih, staf kepelatihan dan pemain yang sedang berjuang demi martabat Kabupaten Bogor .
“Tidak ada perayaan pertandingan yang setara dengan keringat yang belum dibayarkan haknya,” bunyi kutipan di pamflet tersebut.
Bahkan isi dari pamflet tersebut juga mencantumkan nomor rekening untuk menerima donasi terbuka untuk umum.
"Bagi yang ingin berpartisipasi bisa menyalurkan melalui rekening BCA 5390599643 atas nama Risandy Pratomo.”
Adapun tujuan penggalangan dana yaitu untuk meringankan beban moril para staf kepelatihan dan pemain atas gaji yang belum dibayarkan dua bulan.
Lalu membantu kepulangan tim yang sedang bertandang ke Palembang, Sumatra Selatan, karena ketidakbecusan manajemen tim dari segi pengelolaan finansial cost untuk bertandang dan kembali pulang.
Kemudian membantu berjalannya pertandingan kandang melawan Bekasi City pada Sabtu (12/10) akhir pekan ini.
Baca Juga: Sandang Gelar Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional, Kepsek SD Muhammadiyah Bogor : Ini Amanah Besar!
“Poin yang paling krusial yaitu menghindari Persikabo 1973 didiskualifikasi dari Liga 2 karena ketidaksanggupan melanjutkan laga akibat kondisi memburuknya finansial,” ujarnya.
“Ibu yang harusnya bertanggung jawab atas apa yang telah ibu lakukan pada mereka, sangat ironi mereka di sini menunggu hal yang tidak pasti tapi ibu senang-senang di Bali,” lanjutan keterangan dalam pamflet digital.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga