Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hobi Sejak Kecil Jadi Kunci Atlet Asal Bogor Widia Fujiyanti Panen 4 Medali di PON Aceh Sumut 2024

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 10 Oktober 2024 | 19:48 WIB
Atlet Asal Bogor Widia Fujiyanti Panen 4 Medali di PON Aceh Sumut 2024
Atlet Asal Bogor Widia Fujiyanti Panen 4 Medali di PON Aceh Sumut 2024

RADAR BOGOR - Keberhasilan atlet asal Kota Bogor Widia Fujiyanti di cabang olahraga (cabor) Panjat Tebing PON Aceh-Sumut 2024 tak lepas dari pengalamannya.

Atlet asal Kota Bogor Widia Fujiyanti sudah menggeluti Panjat Tebing, sejak umur 9 tahun.

Hal itu lah yang membuat atlet asal Kota Bogor Widia Fujiyanti bisa panen medali di ajang olahraga empat tahunan itu.

Dia membawa pulang 4 medali terdiri dari 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu untuk kontingen Provinsi Jawa Barat.

"Hobi panjat tebing sejak umur 9 tahun jadi sekitar 14-15 tahun sampai sekarang. Lumayan cukup lama," ujar perempuan asal Kota Bogor ini.

Dia mengaku jatuh cinta dengan panjat tebing berawal dari ajakan pamannya yang atlet panjat tebing.

Saat itu di rumahnya yang berdekatan dengan lapangan Sempur memudahkan aksesnya ke walk climbing.

"Awalnya coba aja main-main terus dicoba ternyata saya gak seperti anak lain, bisa lebih mudah lah manjat. Akhirnya dilirik ama pengurus panjat tebing kota Bogor untuk dimasukkan ke komunitas," ungkapnya.

Masuk ke komunitas panjat tebing menjadi awal Widia berkarir. Dia terus berlatih dan mengikuti perlombaan mulai dari masih sekolah sampai saat ini.

"Jadi ikut terus kompetisi mulai dari Porda lalu PON pertama itu di PON Jabar 2016 sampai PON Aceh-Sumut ini," ujarnya.

Setiap PON yang dia ikuti akhirnya bisa meraih medali. Pada PON Jabar 2016 dia mendapatkan 1 medali perunggu kategori lead beregu. 

PON Papua 2021 mendapatkan 1 emas di Individual lead putrir, 1 perak di combine, 1 perunggu di lead beregu, dan bouldering team.

Lalu PON Aceh-Sumut 2024 dia mendapatkan 2 emas di lead team dan perorangan, 1 perak di combine perorangan, dan 1 perunggu di combine mix.

Empat medali kali ini, Widia mengaku raihan melebihi target pribadinya. Dirinya tak menyangka bisa mendapatkan prestasi ini.

"Sebenarnya tidak ada persiapan khusus karena ini latihannya sejak masih kecil gak pernah putus. Liburnya hanya sekitar 1-2 Minggu setelah itu lanjut lagi," katanya.

Sepanjang karirnya menjadi atlet, Widia tentu mengalami juga kendala dan masalah.

Salah satunya dirinya cukup sulit menembus jenjang yang lebih tinggi seperti kejuaraan dunia ataupun Sea Games dan Asian Games.

"Sea Games itu cabor ini terakhir kali dipertandingkan saat Indonesia tuan rumah. Lalu untuk Asian Games itu sulit karena hanya tim pelatnas yang pergi, apalagi World cup itu sangat terbatas yang bisa ikut," jelasnya.

Saat ini, Widia yang menginjak usia 26 tahun mengaku tak lagi mempunyai ambisi besar terhadap prestasi.

Dia kini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menyalurkan hobinya di panjat tebing.

"Saya cinta dengan olahraga ini, dan saya mendapatkan banyak manfaat dari panjat tebing. Jadi mungkin sampai saya umur berapa pun saya akan bakal meninggalkan olahraga ini," ungkapnya.

Lebih jauh, dirinya juga menyarankan untuk atlet muda yang ingin serius di bidang ini untuk tak berhenti latihan.

Bila sudah merasa cocok dengan panjat tebing harus punya komitmen untuk berprestasi.

"Olahraga panjat tebing ini butuh latihan yang konsisten gak bisa latihan saat mau lomba aja. Karena otot itu harus selalu siap jadi latihan tidak boleh putus," bebernya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #Widia Fujiyanti #atlet