RADAR BOGOR - Setelah 13 tahun bergabung bersama Satria Muda Pertamina Jakarta, Arki Dikania Wisnu memilih berlabuh ke Dewa United Banten.
Arki Dikania Wisnu kini resmi berseragam Dewa United Banten jelang IBL 2025. Setelah cukup lama memperkuat Satria Muda dan kontraknya habis usai IBL 2024, ia sempat menjadi perburuan sejumlah klub.
Pebasket berposisi small forward itu lalu memilih Dewa United Banten dan menargetkan juara IBL 2025.
Kabar bergabungnya Arki disampaikan Dewa United Banten. Salah satunya melalui Instagram resmi Dewa United Banten.
"Hari ini secara resmi Dewa United memperkenalkan Arki Wisnu sebagai daftar baru roster #AnakDewa di musim depan," tulis keterangan di Instagram @dewautdbc
Di Dewa United Banten, Arki bakal bernostalgia dengan rekan Indonesia Patriots 2020 seperti Kaleb Ramot, Lester, dan Hardianus.
Sebelum diumumkan secara resmi, Arki sempat menyampaikan salam perpisahan untuk Satria Muda melalui Instagram pribadinya.
Selama 13 tahun di Satria Muda pria berusia 36 tahun itu menyebut banyak kenangan yang tercipta. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemilik dan seluruh organisasi atas kesempatannya mengenakan jersey Satria Muda (SM).
Bagi Arki, SM akan selalu mempunyai tempat khusus di hatinya. Ia mengaku senang bisa bermain di SM dan turut mendoakan rekan-rekannya sukses di musim mendatang.
Tak hanya itu kepada para penggemar Satria Muda, Arki juga menyampaikan terima kasih atas semua dukungannya selama bertahun-tahun dan menjadi suatu kehormatan baginya.'
"Saatnya membuka halaman ke babak baru," tulis Arki.
Arki Dikania Wisnu, pebasket kelahiran Amerika Serikat 15 Maret 1988. Ia telah bermain untuk Satria Muda Pertamina Jakarta selama 13 tahun dan menjadi Most Valuable Player di Liga Bola Basket Indonesia pada tahun 2017. Arki juga dikenal sebagai anggota tim nasional bola basket Indonesia.
Selama menjadi pebasket, sederet prestasi telah diraihnya. Di antaranya Juara Liga Bola Basket ASEAN (2012), Juara IBL (2018), Juara IBL (2021), Juara NBL Indonesia (2012), Juara NBL Indonesia (2015).
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim