RADAR BOGOR — Langkah PSB Bogor di Piala Suratin U-17 Nasional 2024 harus terhenti. Wakil Jawa Barat ini dikalahkan Persedikab Kabupaten Kediri (Jawa Timur) dengan skor tipis 0-1 pada laga delapan besar di Lapangan Banyuanyar, Kota Solo, Senin (16/12).
Hasil ini membuat ‘Laskar Pakuan Ngora’ harus mengubur mimpi mereka menembus babak semifinal. Namun, perjuangan PSB Bogor, jawara Piala Suratin U-17 Jabar 2024 itu patut diapresiasi.
Pelatih PSB Bogor U-17 Pawon Ngadi mengatakan, kekalahan timnya menuju semifinal di Piala Suratin Nasional ini disebabkan faktor kelelahan fisik yang mendera pasukannya.
“Kemudian kurangnya penyelesaian akhir. Ada momentum yang seharusnya kami bisa memanfaatkan peluang menjadi gol, namun sayang sedikit melebar,” ujarnya saat dihubungi Radar Bogor
Apalagi, sambung dia, absennya Anton yang merupakan penyerang, turut mempengaruhi jalannya pertandingan.
Sebab, terkena akumulasi kartu usai melakukan pelanggaran kepada kiper Persija Muda U-17 di babak 16 besar, Sabtu (14/12) pekan lalu.
Sementara itu, Penanggung Jawab PSB Bogor U-17, Barda menyatakan bahwa perjalanan ‘Laskar Pakuan Ngora’ memang terhenti.
Namun, ia mengapresiasi perjuangan yang dilakukan para pemain. Ini juga menjadi sinyal kebangkitan empat kali jawara Piala Suratin itu.
“Yang pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada para pemain, pelatih dan ofisial. PSB Bogor sudah bisa sampai di titik ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Sudah sekian puluhan tahun tanpa prestasi, baru sekarang kami bisa,” jelas dia.
“Jadi juara regional Jabar, kemudian mewakili provinsi di tingkat nasional merupakan kebanggaan bagi pengurus.” imbuhnya.
Barda mengungkapkan, usai Piala Suratin U-17 Nasional 2024, manajemen akan mempertahankan para pemain untuk dipersiapkan ke dalam skuad Liga 4 Jawa Barat pada musim kompetisi 2025/2026 mendatang.
“Mereka sudah satu hati dan kompak. Tinggal kami bina agar benar-benar matang bermain di Liga 4. Masih ada waktu satu tahun mempersiapkan diri,” tukasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga