RADAR BOGOR – Kebersamaan PSSI dengan Shin Tae-yong (STY) resmi berakhir, Senin (6/1/2025).
Pelatih asal Korea Selatan tersebut dipecat karena dinilai ada ketidakharmonisan di ruang ganti pemain.
Selain itu, metode latihan STY dinilai kurang tepat dengan materi para pemain.
Meski demikian, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan kursi kepelatihan timnas Indonesia tidak akan kosong terlalu lama.
Dia sudah mengantongi kandidat pengganti pelatih asal Korea Selatan itu.
Meski Erick belum menyebutkan secara resmi identitas pelatih baru timnas Indonesia, sosok yang akan menjadi suksesor STY sudah terungkap. Yaitu, Patrick Kluivert.
Kluivert adalah eks striker timnas Belanda dan sejumlah klub top Eropa.
Dia berkarier sebagai pesepak bola pada era ’90-an hingga 2000-an.
Saat masih aktif berkarier sebagai pesepak bola, Kluivert pernah memperkuat Ajax Amsterdam, AC Milan, Barcelona, Newcastle United, Valencia, PSV Eindhoven, dan Lille.
Dia juga pernah menjadi bagian dari timnas Belanda sejak 1994 hingga 2004 dengan 79 cap dan 40 gol.
Dalam karier kepelatihan, pria 48 tahun itu harus diakui belum banyak pengalaman.
Dia pernah menjadi asisten pelatih timnas Kamerun dan Belanda.
Kluivert juga pernah menjadi pelatih interim timnas Curacao.
Meski belum terang-terangan mengonfirmasi Kluivert sebagai calon pengganti STY, Erick mengakui Kluivert adalah satu di antara tiga nama yang di-interview.
’’Kemarin saya mendapatkan izin dari Bapak Presiden ke sebuah negara di Eropa untuk melakukan interview dengan para kandidat pada 25–30 Desember. Memang dalam interview pelatih tidak bisa dilakukan lewat video conference. Sebab, tidak dapat chemistry-nya. Saya sengaja melakukan interview pada 25 Desember bukan maksud tidak menghormati hari besar (Natal, Red). Tapi, untuk mengetes komitmen. Memang dari tiga kandidat, yang datang satu orang. Dan, kandidat itu seperti yang disebutkan (Patrick Kluivert),’’ ungkap menteri BUMN tersebut.
Erick menambahkan, pelatih baru timnas Indonesia akan datang pada 11 Januari.
Lalu, pada 12 Januari, bakal digelar konferensi pers pengumuman pelatih baru.
Pada 12 Januari malam, rencananya akan ada pertemuan dengan para pemain timnas Indonesia yang bermain di tanah air.
"Lalu, pada Senin (13/1), kami akan bawa dia tur untuk melihat fasilitas apa saja yang biasa dipakai,’’ tegas Erick.
Terkait durasi kontrak, pelatih baru timnas Indonesia akan diikat dengan waktu 2 tahun plus 2 tahun opsi perpanjangan.
Dia juga akan dibantu oleh beberapa asisten baru.
Dari total asisten, yang sudah masuk namanya ada dua.
"Salah satu asistennya akan fokus ke tim Indonesia U-23. Beberapa lagi mengurus video analyst dan macam-macam,’’ ucap Erick.
Artinya, pelatih tim Indonesia U-23 nanti asing.
"Tapi, deal-nya, di komposisi tim senior saya boleh menempatkan dua pelatih Indonesia untuk belajar. Lalu, untuk tim Indonesia U-23, nanti mayoritas pelatihnya dari Indonesia,’’ imbuh Erick.
Apakah keputusan Erick mengganti pelatih timnas Indonesia di tengah jalan tidak akan berujung blunder?
Menurut Erick, pihaknya sudah menghitung segala risikonya.
Termasuk tidak mengambil keputusan drastis sebelum laga melawan Tiongkok pada 15 Oktober lalu.
Dalam laga yang berujung kekalahan 1-2 tersebut, Erick mengungkapkan sudah ada dinamika negatif dalam tubuh timnas.
"Kalau kami hitung-hitung, jika dilakukan (penggantian pelatih) saat itu, jarak ke pertandingan berikutnya cukup singkat. Makanya, hari ini (kemarin) yang terbaik,’’ tegas Erick.
Memang risiko tentu ada. Tapi, lebih baik ambil risiko daripada menyesal kemudian hari.
"Kami mencari figur yang bisa memberi ekstra effort dalam hal komunikasi, taktikal, dan lain-lain,’’ tandasnya. (fiq/c6/ady)