RADAR BOGOR – Kepastian laga Deltras FC kontra Persibo Bojonegoro akhirnya keluar.
Komite Disiplin (Komdis) PSSI merilis surat kepada dua klub itu, Selasa (14/1).
Isi surat tersebut memutuskan bahwa gol Persibo yang dicetak Amir Hamzah di menit ke-90+4 dibatalkan.
Sekaligus memastikan bahwa Deltras FC masih unggul 1-0 dalam laga itu. Kedua tim juga diminta menggelar lanjutan laga yang tersisa.
Jika merujuk injury time, laga itu masih tersisa dua menit.
Komdis PSSI meminta lanjutan laga tersebut digelar di tempat netral.
Manajemen Deltras menyatakan menghormati keputusan tersebut.
CEO Deltras FC Amir Burhanuddin menganggap keputusan itu bukan semata menguntungkan timnya.
’’Tapi, ini bisa jadi yurisprudensi (keputusan yang dijadikan pedoman) agar wasit tidak ngawur. Kalau ngawur, keputusannya bisa dikoreksi pihak Komdis PSSI,’’ kata pria asli Tuban itu saat dihubungi Jawa Pos.
Bagi Amir, hal tersebut bisa jadi titik balik agar wasit lebih bijak dalam memimpin laga.
’’Ini semua untuk sepak bola Indonesia,’’ terang Amir. Lagi pula, keputusan itu dianggap punya dasar yang jelas.
’’Kalau dilihat dari putusan tersebut, ada pasalnya di kode disiplin (PSSI), yaitu pasal 75 dan 78,’’ tambahnya.
Dalam pasal 75, tertulis dengan jelas yakni Dalam kondisi dan situasi tertentu, di mana wasit tidak menegakkan laws of the game atau lalai menegakkan sanksi atas pelanggaran disiplin, Komite Disiplin PSSI dapat memiliki yurisdiksi memberikan sanksi disiplin.
Hal tersebut dipertegas dengan pasal 78. Pada pasal itu disebutkan bahwa Komdis PSSI bisa mengoreksi kesalahan pada keputusan wasit.
Di kubu Persibo, mereka menegaskan tidak terima.
Presiden Persibo Deddy Adrianto Wibowo memastikan, pihaknya tidak akan diam saja.
’’Kami pastikan mengambil langkah untuk mengirimkan banding terhadap keputusan yang diberikan kepada Persibo. Banding kami kirimkan hari ini (kemarin),’’ kata Deddy saat dihubungi Jawa Pos.
Menurut dia, keputusan Komdis PSSI itu konyol. Sebab, di lapangan, wasit sudah sempat mengesahkan gol yang dicetak Amir Hamzah.
’’Kami merasa keputusan menganulir skor Persibo kurang tepat. Karena itu tidak sesuai dengan law of the game.
Sebab, keputusan wasit di lapangan itu sudah final,’’ tegas Deddy.
’’Kami kirim juga bukti-bukti yang kami punya untuk mendukung banding tersebut,’’ tambahnya.
Dia berharap pihak federasi bisa mempertimbangkan banding yang dikirimkan Laskar Angling Dharma.
Baca Juga: MK Tetap Lanjutkan Sidang Sengketa Pilkada, Penetapan Bupati Bogor Ditunda hingga Maret
’’Semoga diskusi dengan pihak terkait bisa dilakukan. Dan, kami harap bisa mencapai hal baik,’’ tuturnya. (gus/rid/c7/ali)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim