RADAR BOGOR - Laga Bali United Basketball menjamu Prawira Bandung di GOR Merpati, Denpasar Sabtu (18/1) harus terhenti.
Saat dihentikan, tuan rumah unggul 20-17. Keputusan tersebut diambil setelah game kuarter pertama yang menyisakan 19 detik tidak berjalan normal.
Alasannya, lapangan licin. Sehingga inspektur pertandingan mengambil keputusan untuk ditunda demi menjaga keselamatan pemain.
Kepala Pemasaran dan Pengembangan Bisnis Indonesian Basketball League (IBL) Adrian Ariez menyebutkan, sebelum liga di mulai, IBL selalu melakukan assessment lapangan oleh technical delegate nasional sertifikasi Perbasi.
"Tentu juga diberikan guideline standar pelaksanaan home and away kepada seluruh tim, juga kami berikan workshop kepada tim dalam pelaksanaan pertandingan," ungkapnya ketika dihubungi Jawa Pos, Minggu (19/1).
Adrian bakal menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran bagi pihaknya maupun tim-tim IBL lainnya.
"Kami akan evaluasi kembali. Terutama terhadap lapangan yang berpotensi memiliki risiko serupa agar tidak terjadi kembali," sebutnya.
Game Director Bali United Richi Kurniawan menyatakan, panitia pelaksana telah melakukan proteksi lebih baik, ketimbang pada laga kandang pertama saat menjamu Hangtuah Jakarta.
Seperti penambahan blower, kipas angin hingga Air Conditioner (AC) serta petugas yang mengepel arena lapangan.
GOR Merpati sendiri sudah mendapatkan assessment dari pihak IBL.
‘’Hanya situasi ini di luar dari batas kemampuan yang sudah dijalankan panitia pelaksana,’’ tuturnya
Berdasarkan regulasi IBL Bab VII ayat 1 poin 1.1, ketika laga harus ditunda sebelum berakhirnya babak pertama, maka pertandingan akan diulang seluruhnya.
Atau skor akan kembali dari awal dengan kedudukan 0-0 bagi kedua tim.
Setelah diputuskan bersama, dari pihak operator kompetisi akan menjalankan ulang pertandingan pada 12 Februari 2025 di Bali. (raf/bas)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim