Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Ramalan Gus Dur tentang Timnas Indonesia, Sempat Bahas Piala Dunia Begini Katanya

Fadil Ma'ruf • Senin, 20 Januari 2025 | 17:47 WIB

Para pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2024.
Para pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2024.

RADAR BOGOR - Inilah kisah ramalan Gus Dur atau Abdurrahman Wahid yang pernah membahas tentang Timnas Indonesia. 

Pada suatu siang di awal tahun 2000-an, suasana di Istana Negara Indonesia terasa lebih santai dari biasanya. 

Gus Dur, Presiden ke-4 Republik Indonesia yang terkenal dengan humornya, sedang menerima tamu dari berbagai kalangan, termasuk tokoh-tokoh olahraga nasional. 

Diskusi hari itu mengarah pada topik yang selalu menarik perhatian yakni kondisi sepak bola Indonesia.

Baca Juga: Kabar Gembira! Pencairan Bansos PKH, BPNT, dan Bantuan Tambahan Resmi Dimulai Januari 2025

Dikutip dari Youtube Karomah Story, Gus Dur yang duduk santai di kursi kayu favoritnya sambil mengenakan sarung dan kemeja batik sederhana, menerima tamunya dengan senyuman khas dan secangkir teh hangat. 

Ketika seorang tokoh sepak bola bertanya, “Gus, kapan kira-kira Timnas Indonesia bisa juara Piala Dunia?” ruangan mendadak hening. 

Semua yang hadir menunggu jawaban Gus Dur yang sering mengejutkan dengan logika nyentriknya.

Gus Dur, setelah terdiam sejenak, menjawab dengan penuh percaya diri, “Oh, soal juara Piala Dunia, gampang itu”.

Baca Juga: Mathys Tel ke Chelsea? Drama Transfer yang Memanas di Tengah Tekad Bertahan di Bayern Munchen

Ruangan yang semula tegang seketika menjadi penuh bisik-bisik. 

Salah satu tamu bertanya lagi, “Serius, Gus? Kapan?” Dengan senyum lebar, Gus Dur menjawab, “Indonesia akan juara Piala Dunia kalau Brasil, Jerman, Italia, Argentina, Inggris, dan semua negara besar nggak ikut turnamen”.

Jawaban ini mengundang gelak tawa. Meski terdengar seperti guyonan, kata-kata Gus Dur sebenarnya mengandung pesan serius. 

Baca Juga: Patrick Kluivert Blak-Blakan Ungkap Alasan Mau Jadi Pelatih Timnas Indonesia hingga Rencana Bersama Skuad Garuda

Ia melanjutkan, “Kita ini suka bermimpi besar, tapi lupa kalau mimpi besar butuh usaha besar. Sepak bola itu cerminan bangsa. Kalau kita mau juara, semua harus berubah: pemain kerja keras, sistem jujur, pengelolaan baik, infrastruktur diperbaiki, dan masyarakat harus dukung sepenuh hati, bukan cuma jadi komentator”.

Pesan ini menyentuh akar masalah yang dihadapi sepak bola Indonesia—manajemen buruk, minimnya dukungan infrastruktur, hingga mentalitas bangsa yang masih jauh dari profesionalisme.

Era Shin Tae-yong: Awal Kebangkitan atau Ujian Baru?

Hampir dua dekade setelah lelucon legendaris itu, harapan baru muncul ketika PSSI menunjuk Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan, untuk menangani Timnas Indonesia pada 2019. 

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Daftar Bansos Lewat HP: Cepat, Mudah, dan Tanpa Ribet!

Shin Tae-yong, yang membawa Korea Selatan mengalahkan Jerman di Piala Dunia 2018 datang dengan reputasi besar dan harapan tinggi dari masyarakat Indonesia.

Kehadirannya membawa angin segar. Shin Tae-yong dikenal sebagai sosok yang disiplin dan tegas.  Ia tak segan-segan mengganti pemain senior yang tidak memenuhi standarnya, memperketat pola latihan dan menanamkan mentalitas juara pada tim. 

Namun, perjalanan Shin Tae-yong di Indonesia bukan tanpa hambatan. Meski demikian, hasilnya mulai terlihat. Timnas U-20 menunjukkan performa impresif di turnamen internasional. 

Baca Juga: Rekomendasi Kafe dan Restoran Keluarga di Bogor untuk Short Escape Seru

Di Piala AFF 2020, meski hanya menjadi runner-up, Timnas Indonesia mendapatkan apresiasi luas atas penampilannya yang lebih solid.

Gus Dur dan Ramalan Visioner

Kata-kata Gus Dur tentang sepak bola kembali menjadi perbincangan di tengah era Shin Tae-yong. Ucapannya bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang sabar, tegas, dan penuh kasih sayang seolah menggambarkan sosok Shin Tae-yong. 

Pelatih ini tak hanya membangun tim yang kompetitif, tetapi juga menginspirasi perubahan sistemik dalam sepak bola Indonesia. Perjalanan menuju mimpi besar, seperti juara dunia, masih panjang. 

Namun, langkah awal sudah dimulai. Akademi-akademi sepak bola bermunculan, infrastruktur mulai diperbaiki, dan mentalitas masyarakat sebagai suporter perlahan berubah menjadi lebih dewasa.

Ketika suatu hari Indonesia akhirnya berdiri di podium juara dunia, kata-kata Gus Dur tidak lagi dianggap sebagai candaan semata. 

Lelucon itu akan dikenang sebagai visi seorang pemimpin besar yang percaya pada potensi bangsanya. Seperti yang pernah Gus Dur katakan, “Kalau kita mau berubah, mimpi itu tidak akan lagi sekadar mimpi. Tapi ingat, kita harus bekerja keras, berdoa, dan bersatu”.  ***

Editor : Eka Rahmawati
#gus dur #ramalan #timnas indonesia #Piala Dunia