RADAR BOGOR – Dikenal sebagai klub attacking minded, Manchester City dan Bayern Munchen malah terjungkal dari aspek yang jadi keunggulan mereka dalam Kamis (23/1).
Manchester City dan Bayern Munchen sama-sama kalah dalam matchday ketujuh fase league Liga Champions.
Di Parc des Princes, Paris, Manchester City dikalahkan tuan rumah Paris Saint-Germain (PSG) 2-4.
Sementara Bayern dilibas tuan rumah Feyenoord Rotterdam dengan tiga gol tanpa balas di De Kuip, Rotterdam. Ironisnya, Manchester City dan Bayern Munchen sama-sama hancur karena 30 atau lebih tembakan.
The Citizens, julukan Manchester City, contohnya.
Sejak era Sheikh Mansour atau 17 tahun terakhir, baru kali ini pertahanan City menerima lebih dari 30 tembakan dari lawan.
Total 36 kali pemain PSG memberondong kiper Manchester City Ederson Moraes dengan tembakan.
Situasi di De Kuip kebalikannya. Bayern Munchen gagal mencetak gol meski sepanjang laga membombardir pertahanan Feyenoord dengan 30 kali tembakan.
Gelandang Bayern Joshua Kimmich menganggap performa timnya bukan lagi menggambarkan klub papan atas Eropa.
’’Karena klub papan atas Eropa tidak bisa kalah dengan cara seperti ini,’’ ucapnya.
Di Liga Champions, Bayern Munchen memerlukan sembilan tembakan untuk mencetak gol.
Jauh dari rerata hanya enam tembakan per gol di Bundesliga.
’’Kami menyia-nyiakan begitu banyak peluang bagus di depan mata. Sebaliknya, betapa mudahnya gawang kami kebobolan,’’ imbuh Josh, sapaan akrab Joshua Kimmich.
Seperti Bayern, Manchester City juga membutuhkan sembilan tembakan untuk mencetak satu gol.
Tidak jauh berbeda dengan di Premier League.
Masalahnya, meski Kevin De Bruyne dkk mampu memimpin dua gol di Paris, gawang Ederson dibobol lebih banyak oleh PSG.
Di laman resmi klub, tactician Manchester City Pep Guardiola mengakui kalau PSG bermain lebih bagus dalam duel dan lebih cepat dalam bergerak.
Timnya juga rapuh dalam bertahan. ’’Kami sering kalah dalam situasi one-on-one. Kami tidak bisa mengatasinya,’’ keluh Pep.
Kekalahan oleh PSG membuat Manchester City hanya bisa lolos ke babak 16 besar (fase knockout) via jalur playoff.
Artinya, Manchester City butuh finis antara peringkat kesembilan sampai ke-24.
Saat ini The Citizens di peringkat ke-25.
Dalammatchdayterakhir pekan depan (30/1), Manchester City menentukan nasib di Stadion Etihad kontra Club Brugge.
Di sisi lain, Bayern juga bermain kandang lawan Slovan Bratislava di Allianz Arena dalam matchday pemungkas.
Klub Bavaria itu menempati peringkat ke-15 dan masih punya kesempatan merebut tiket lolos otomatis ke babak 16 besar dengan finis delapan besar. (ren/dns)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim