RADAR BOGOR - Manchester United kembali menjadi sorotan. Di bawah asuhan Ruben Amorim, MU sedang mencoba membangun kembali identitasnya.
Dalam pertandingan terakhir melawan Rangers, Manchester United meraih kemenangan penting, tetapi performa mereka tetap jauh dari sempurna.
Sebuah malam rollercoaster, seperti yang sering kali terjadi musim ini, memberi gambaran tentang perjuangan dan semangat yang mulai muncul, meskipun dengan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Performa yang Tidak Konsisten, Tapi Ada Karakter
Dikutip dari Youtube CBS Sports Golazo, Manchester United berhasil mendominasi penguasaan bola melawan Rangers, mencatatkan 68% penguasaan.
Namun, dominasi ini tidak cukup menghilangkan celah besar dalam performa tim. Kesalahan individu masih menjadi momok, seperti terlihat dari gol Rangers yang memanfaatkan kelemahan Harry Maguire.
Meski begitu, gol kemenangan Bruno Fernandes menjadi penutup cerita yang manis di tengah performa yang tidak stabil. Amorim menyadari timnya belum berada di level yang diinginkan.
Dalam wawancara pasca-pertandingan, ia mengatakan, "Kami pantas menang, tetapi kami harus lebih agresif di sepertiga akhir. Kami menciptakan peluang, tetapi kurang penyelesaian."
Ia juga menekankan bahwa pertandingan di Eropa berbeda dengan Liga Premier, terutama dalam hal tempo, yang terkadang membantu United untuk berpikir lebih taktis.
Masalah yang Lebih Dalam: Proyek Jangka Panjang
Sejak mengambil alih pada November, Amorim telah menunjukkan keberanian untuk menghadapi situasi sulit.
Saat ia tiba, United hanya berjarak empat poin dari empat besar. Kini, jarak itu melebar menjadi 18 poin dari Nottingham Forest, yang berada di posisi keempat. Ini menunjukkan bahwa ada pekerjaan besar yang harus dilakukan. Bagi Amorim, ini adalah proyek jangka panjang.
Sebagai manajer yang sukses di Sporting Lisbon, ia pernah mengatasi situasi yang jauh lebih kacau. Di Portugal, ia membangun kembali tim yang berantakan hingga menjadi juara. Filosofi yang sama kini ingin ia terapkan di Old Trafford. Amorim memahami bahwa perubahan besar membutuhkan waktu. Ia fokus mencari pemain dengan mentalitas juara untuk menjadi bagian dari masa depan tim.
"Dia mengguncang pohon dan melihat buah lemah yang jatuh," kata seorang analis tentang pendekatan Amorim.
Dalam proses ini, ia sedang mengidentifikasi pemain yang layak dipertahankan, seperti Bruno Fernandes, yang telah menunjukkan semangat juang di bawah asuhannya.
Tantangan di Depan
Masalah utama United adalah konsistensi, baik dalam pertandingan maupun sepanjang musim. Tim ini sering menunjukkan performa menjanjikan, seperti saat melawan Liverpool, tetapi kemudian tampil mengecewakan di pertandingan berikutnya. Fernandes mengakui hal.
"Kami harus belajar dari masa lalu, tetapi fokus ke depan. Kami harus terus membangun momentum," ungkapnya.
Fulham menjadi tantangan berikutnya, dan ini bukanlah tugas mudah. Bermain di Craven Cottage, Amorim berharap timnya bisa membawa semangat juang dari pertandingan melawan Rangers.
Namun, kemenangan melawan Rangers bukanlah jaminan. MU perlu membuktikan bahwa mereka mampu tampil konsisten dan solid, sesuatu yang menjadi ciri khas mereka di era Sir Alex Ferguson. Meski banyak yang perlu diperbaiki, ada alasan untuk optimis. Bruno Fernandes, salah satu pemain kunci, menunjukkan bahwa ia siap menjadi pusat dari proyek Amorim.
Gol dan keterlibatannya di lapangan membuktikan bahwa ia adalah salah satu pemain yang bisa diandalkan. Amorim sendiri tampak yakin bahwa ia adalah orang yang tepat untuk membawa United kembali ke masa kejayaan.
"Kami membangun sesuatu di sini. Ini akan memakan waktu, tetapi saya percaya pada proyek ini," katanya.
Bagi para penggemar, perjalanan ini mungkin terasa lambat dan penuh frustasi. Namun, dengan manajer yang fokus pada mentalitas, karakter, dan pembangunan jangka panjang, ada harapan bahwa Manchester United akan kembali menjadi kekuatan besar di Eropa.
Di tengah kritik dan harapan, hanya waktu yang akan membuktikan apakah Ruben Amorim bisa membawa perubahan besar yang diinginkan.
Editor : Eka Rahmawati