RADAR BOGOR—Timnas Indonesia dan Timnas Malaysia sama-sama meluncurkan jersey baru untuk tim nasional mereka pada Jumat (241/2025).
Meskipun kedua negara merilis desain baru, publik Malaysia, terutama di media sosial, tidak puas dengan jersey Timnas Malaysia yang dibuat oleh Puma, ketimbang jersey Timnas Indonesia.
Bahkan akun @onefootballmy mengkritik keras jersey Timnas Malaysia karena desain dan harganya, bahkan memberikan nilai rendah untuk produk tersebut, sementara jersey Timnas Indonesia mendapat nilai tinggi.
"Jersey dengan desain sederhana begini, tetapi harga 3++," tulis akun @onefootballmy dengan nada skeptis tentang jersey terbaru Puma untuk Harimau Malaya.
Media ini juga memberikan rating 3/10 dan memperkirakan bahwa banyak pendukung Malaysia akan memilih membeli jersey palsu daripada yang asli.
Sementara itu, jersey Timnas Indonesia yang dibuat oleh Erspo, produsen lokal, mendapatkan banyak pujian. Akun @onefootballmy juga memuji kualitas dan desain jersey Timnas Indonesia.
"Nice Erspo. 9/10 hanya wow," katanya. Mereka bahkan penasaran berapa harga jersey Timnas Indonesia di mata uang Malaysia, menunjukkan rasa kagum terhadap kualitas dan presentasi Erspo.
Sebelum ini, orang Malaysia juga menyatakan kecewanya terhadap peluncuran jersey Timnas Malaysia, yang dianggap tidak menarik dan tidak menarik perhatian.
Menurut warganet dengan akun X @thejoezakaria, peluncuran jersey Timnas Malaysia terkesan sederhana. Joe Zakaria membandingkan peluncuran jersey Timnas Indonesia yang lebih rapi dan mewah.
"Presentasi seperti ini membuat saya antusias dan bersemangat melihat produk Timnas Indonesia," tulisnya.
Setelah melihat jersey Timnas Indonesia yang menarik, dia bahkan menyatakan ingin membelinya.
Ya, Jersey Timnas Indonesia lebih mewah dengan dominasi warna merah dan ornamen putih, mirip dengan jersey tim besar seperti Liverpool dan Arsenal.
Keputusan untuk bekerja sama dengan pakaian lokal atau internasional tentunya memiliki dampak yang berbeda. Pakaian lokal seperti Erspo menawarkan fleksibilitas desain yang lebih besar.
Erspo sebelumnya bahkan mengadakan kompetisi desainer untuk jersey Timnas Indonesia di mana orang-orang dapat berpartisipasi.
Ini menunjukkan bahwa pakaian lokal memiliki kemampuan yang lebih besar untuk mengeksplorasi kreativitas dan mendekatkan produk mereka ke kebutuhan dan selera pasar lokal.
Selain itu, jersey yang dibuat oleh toko pakaian lokal biasanya lebih murah. Ini pasti akan membantu banyak suporter yang ingin membeli jersey resmi timnas tetapi tidak perlu mengeluarkan banyak uang.
Bekerja sama dengan merek pakaian lokal juga menghasilkan rasa kebanggaan atas produk lokal, yang mendukung industri kreatif lokal.
Sebaliknya, merek pakaian internasional seperti Puma memiliki kekuatan dalam hal pemasaran dan penetrasi global.
Jersey, di sisi lain, biasanya lebih mahal dan biasanya menggunakan desain standar pakaian tim, dengan logo tim dipasang di atasnya.
Jersey tim Timnas Malaysia yang mendapat kritik keras menunjukkan bahwa harga yang tinggi tidak selalu sebanding dengan nilai yang ditawarkan, meskipun kualitas material dianggap lebih terjamin.
Sebagai contoh, jersey Timnas Malaysia memiliki corak yang mirip dengan jersey Lion City Sailors, yang dimainkan oleh mantan pemain Persebaya Surabaya Song Ui-young.
Selain itu, jersey baru ini tampaknya membawa harapan baru di tengah harapan besar orang Indonesia untuk melihat Timnas Indonesia bermain di Piala Dunia 2026.
Sementara tim nasional Indonesia berada di posisi tiga klasemen sementara Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026, mereka hanya terpaut satu poin dari Australia yang berada di posisi kedua.
Ini menunjukkan bahwa tim nasional Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mencapai impian besar tersebut. (***)
Editor : Yosep Awaludin