RADAR BOGOR - Mantan pelatih kepala Timnas Indonesia Shin Tae-yong menyampaikan salam perpisahan dan kembali ke negara asalnya.
Shin Tae-yong bersama timnya kembali ke Korea Selatan. Sebelum berpisah dengan Indonesia, pria berusia 54 tahun itu bersama para timnya menyampaikan salam perpisahan melalui video yang membuat warganet terharu.
"Semua kenangan indah yang telah kita ukir bersama tak akan pernah kami lupakan," tulis keterangan video yang diunggah di Instagram @shintaeyong7777.
Pria yang juga disapa STY itu mengatakan setelah lima tahun di Indonesia, ia akan kembali ke Korea.
"Kepada para penggemar sepak bola Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia saya sangat berterima kasih, meskipun harus kembali dengan rasa sedikit menyesal. Saya mencintai Indonesia dan akan terus mencintainya," kata Shin Tae-yong.
Eks pemain sepak bola Korea Selatan itu berharap para pemain Indonesia mendapatkan lebih banyak hal baik di masa depan.
"Saya berharap mereka bisa lolos ke Piala Dunia 2026 untuk tampil di panggung besar itu. Meskipun saya akan bolak balik antara Korea dan Indonesia, saya pasti akan selalu mendukung Indonesia. Saya sangat berterima kasih," sambungnya.
Tak hanya Shin Tae-yong, timnya juga menyampaikan salam perpisahan. Salah satunya eks pelatih fisik Timnas Indonesia, Shin Sang-gyu.
"Selama berada di Indonesia saya sangat bahagia. Saya memiliki begitu banyak kenangan indah dan saya sangat mencintai sepak bola indonesia," kata Shin Sang-gyu.
Baginya Indonesia adalah rumah. Meskipun akan pulang ke Korea, ia mengaku akan terus mendukung sepak bola Indonesia serta para pemain Timnas Indonesia.
Unggahan video salam perpisahan Shin Tae-yong dan timnya menyedot perhatian dan membuat sebagian besar warganet terharu.
"Terima kasih banyak coach and team … menetes lagi airmataku," tulis komentar salah satu warganet.
"Terima kasih coach dan seluruh tim kepelatihan. Terima kasih sudah mengajarkan timnas tentang arti perjuangan, disiplin dan semangat pantang menyerah. Terima kasih juga sudah mengajarkan kami untuk selalu menjunjung tinggi nilai sportifitas di dalam dan di luar lapangan. Sepakbola bukan soal kalah dan menang semata, tapi juga soal respect dan menjadi manusia yang lebih baik," komentar warganet.
"Sedih banget nangis lagi sebel. I miss you coach," timpal yang lainnya.
Editor : Eka Rahmawati