RADAR BOGOR - Persatuan Bola Basket Indonesia atau Perbasi Kota Bogor bakal mempertemukan semua pihak yang terlibat dalam aksi pemukulan atlet basket di Tournament SDH Basketball 2025.
Rencana pertemuan yang diinisiasi Perbasi Kota Bogor dilakukan hari ini Jumat (21/2/2025) dihadiri kedua sekolah yakni SMPN 1 Kota Bogor dan SMP Mardi Waluya Cibinong Kabupaten Bogor.
"Termasuk orang tua korban juga akan kami hadirkan, kami mediasi mereka, agar semuanya bisa langsung clear," kata Ketua Perbasi Kota Bogor, Destyono, Kamis (20/2/2025).
Lebih lanjut Destyono juga membeberkan sejumlah hasil investigasi Perbasi Kota Bogor yang dilakukan dalam beberapa kurun waktu terakhir.
Dan hasilnya Destyono menyebut bahwa pelaku yang meluncurkan aksi pemukulan memang sudah menjadi perhatian para wasit di Tournamen SDH Basketball 2025.
Namun Destyono mengaku hasil investigasinya itu tidak menemukan motif atau latar belakang pelaku melakukan aksi pemukulan.
"Kami juga belum tahu apakah pelaku dalam gangguan kejiwaan atau tidak, sehingga kami mengharapkan esok hari juga dapat terkuak motifnya," jelas Destyono.
Meski begitu, Destyono menegaskan bahwa hukuman terkait larangan pelaku untuk bermain di event-event Kota Bogor tetap berlaku.
Hal itu dia lakukan agar memberikan shock terapi kepada pelaku dan memberikan edukasi kepada para atlet basket lainnya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Disi lain, perilaku pemukulan atlet basket yang terjadi di tournamen SDH Basketball 2025 ternyata juga menjadi sorotan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perbasi.
Hal itu terlihat dalam postingan laman Instagram resmi DPP Perbasi yang menerangkan bahwa pihaknya mengutuk keras atas segala tindakan yang mencoreng nilai-nilai sportifitas dalam olahraga basket.
"Tidak ada ruang kekerasan dalam dunia basket kalau ada beri tindakan yang tegas supaya menjadi contoh," tulis Ketua Umum DPP Perbasi, Budisatrio Djiwandono.
Tidak hanya itu, Budisatrio juga memberikan garansi akan mengawal penuh aksi pemukulan atlet basket ini lewat Badan Legal Etik dan Disiplin DPP Perbasi.
"Kami akan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sesuai dengan prinsip keadilan dan aturan yang berlaku," pungkasnya. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin