RADAR BOGOR - Kabar duka menyelimuti para pecinta sepak bola Indonesia. Pemain legendaris Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro meninggal pada Selasa (25/2/2025).
Pelatih Kepala Deltras FC 2024/2025 tersebut menghembuskan nafas terakhirnya ketika bermain fun football di Lapangan Sier, Surabaya.
Dalam akun resmi Persebaya Surabaya, Coach Bejo merupakan sosok panutan, ia pernah menukangi Persebaya dari 2018 hingga 2023.
“Tak ada kata yang bisa mewakili rasa terima kasih Persebaya untuk jasa-jasa Coach Bejo,” tulis postingan Instagram @officialpersebaya.
Meninggal Terkena Serangan Jantung
Menurut Media Officer Deltras Sidoarjo Wahyu Hestianingdiah, penyebab wafatnya Coach Bejo disebabkan karena serangan jantung.
Legenda Timnas Indonesia ini tiba-tiba ambruk saat bermain sepak bola yang merupakan agenda rutin tiap minggunya.
Baca Juga: Bakal Seru, Final Liga 2 PSIM vs Bhayangkara FC Bakal Pakai VAR
Kematian Coach Bejo sontak mengejutkan banyak pihak karena kejadiannya sangat cepat, tiba-tiba tergeletak tak sadarkan diri di lapangan.
Serangan jantung yang dialami legenda Persebaya ini begitu cepat meski telah mendapat pertolongan medis, nahas nyawa pelatih Deltras FC ini tak tertolong.
Profil Bejo Sugiantoro
Semasa bermain, Bejo Sugiantoro kini kerap disapa Coach Bejo pernah mengantarkan Timnas sepak bola Indonesia meraih medali Perak pada SEA Games 1997, mendali perunggu SEA Games 1999 serta juara Piala Kemerdekaan Indonesia pada 2000.
Dalam keterangan resmi Persebaya mengatakan bahwa semasa menjadi pemain Coach Bejo merupakan sosok bertabur prestasi.
Semasa hidupnya, Bejo merupakan pemain berposisi bek dengan jumlah 207 penampilan dengan jiwa yang berdedikasi tinggi.
Pria kelahiran Sidoarjo 2 April 1977 tersebut sudah malang melintang di persepakbolaan Indonesia, Coach Bejo pernah mencicipi PSPS Pekanbaru, Mitra Kukar, Persidafon Dafonsoro, Deltras Sidoarjo, serta Perseba Bangkalan
Pelatih yang menyabet lisensi A dari AFC ini menukangi Deltras FC sebagai Pelatih Kepala sejak Juli 2024.
Bersama Deltras FC menyelesaikan 14 pertandingan dengan 6 kemenangan 7 hasil imbang dan 1 kekalahan. Catatan menggembirakan untuk pelatih lokal di tengah persaingan dengan pelatih asing.
Editor : Eka Rahmawati