RADAR BOGOR - Menjelang laga ketujuh putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, FIFA telah menunjuk wasit yang akan memimpin duel sengit antara Timnas Indonesia dan Australia.
Pertandingan laga ketujuh putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ini akan digelar di Sydney Football Stadium pada Kamis, 20 Maret 2025.
Timnas Indonesia yang kini ditangani Patrick Kluivert telah memanggil 27 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan sebelum akhirnya dikerucutkan menjadi skuad final untuk kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dengan komposisi yang lebih solid dibandingkan pertemuan pertama di Gelora Bung Karno (GBK) tahun lalu, di mana Indonesia sukses menahan imbang Australia 0-0, skuad Garuda diharapkan bisa mencuri poin di kandang lawan.
Adham Makhadmeh, Sang Pengadil di Laga Australia vs Indonesia
FIFA telah menunjuk Adham Makhadmeh, wasit asal Yordania berusia 38 tahun, untuk memimpin laga ini.
Berlisensi FIFA, Makhadmeh sudah cukup akrab dengan sepak bola Indonesia.
Bahkan, ia pernah memimpin empat pertandingan di Liga 1 2024/2025, yaitu:
- Semen Padang vs Borneo FC
- Barito Putera vs Madura United
- PSS Sleman vs Persik Kediri
- Persib Bandung vs Arema FC
Dalam rentang tugasnya di Liga 1, yakni 12 hingga 25 Agustus 2024, Makhadmeh dikenal cukup tegas dengan catatan 43 kartu kuning dikeluarkan dari sakunya.
Bahkan, pertandingan dengan jumlah kartu kuning terbanyak adalah Persib Bandung vs Arema FC.
Selain itu, Makhadmeh juga pernah memimpin pertandingan Arab Saudi vs Indonesia dalam laga pertama Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di King Abdullah Sport City, Jeddah, pada 5 September 2024.
Kala itu, laga berakhir 1-1 setelah Ragnar Oratmangoen mencetak gol untuk Indonesia.
Makhadmeh memberikan 5 kartu kuning, tiga di antaranya untuk pemain Garuda, yakni Calvin Verdonk, Muhammad Ferrari, dan Maarten Paes.
Apakah Penunjukan Makhadmeh Menguntungkan Indonesia?
Bagi Timnas Indonesia, penunjukan Makhadmeh bisa menjadi keuntungan tersendiri.
Selain sudah mengenal gaya bermain tim, ia juga jarang membuat keputusan kontroversial yang bisa merugikan Indonesia.
Berbeda dengan beberapa wasit yang sempat menuai kecaman dari fans dan PSSI karena keputusan yang dianggap merugikan Timnas Indonesia, seperti:
- Nasrulloh Kabirov
Dalam laga melawan Qatar di Piala Asia U-23 2024, ia memberikan kartu kuning kedua yang kontroversial kepada Ivar Jenner serta menghadiahkan penalti kepada Qatar akibat dugaan diving pemain lawan.
Ia juga memberi kartu merah kepada Ramadhan Sananta yang baru masuk ke lapangan, yang berujung pada kekalahan Indonesia 0-2.
- Ahmed Al-Kaff
Memimpin laga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Indonesia vs Bahrain pada 10 Oktober 2024, Al-Kaff dikritik karena memberikan tambahan waktu hingga 9 menit, yang akhirnya membuat Bahrain bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
PSSI bahkan melayangkan protes resmi ke AFC dan FIFA terkait kepemimpinannya.
Dengan rekam jejak Makhadmeh yang lebih bersih, Timnas Indonesia berpeluang mendapatkan pertandingan yang lebih adil dan sportif saat menghadapi Australia.
Laga Berikutnya: Indonesia vs Bahrain di GBK
Setelah menghadapi Australia, Timnas Indonesia akan kembali berlaga melawan Bahrain di Gelora Bung Karno (GBK) dalam pertandingan kedelapan Grup C.
Hingga kini, FIFA belum mengumumkan siapa wasit yang akan memimpin laga tersebut. Namun, antusiasme suporter tetap tinggi.
Tiket pertandingan telah ludes terjual, menunjukkan dukungan penuh dari Garuda Fans yang siap membanjiri stadion dan memberikan semangat bagi skuad Garuda untuk melangkah lebih jauh dalam perjuangan menuju Piala Dunia 2026.
Akankah Timnas Indonesia mampu mencuri poin di Australia dan mempertahankan peluang mereka menuju Piala Dunia 2026?***
Editor : Halimatu Sadiah