Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sajikan Saling Jual Beli Serangan dalam Laga Belanda lawan Spanyol Dini Hari Nanti, Misi La Furia Roja Mengejar Triplete di UEFA Nations League

Lucky Lukman Nul Hakim • Kamis, 20 Maret 2025 | 04:23 WIB
Pelatih Belanda Ronald Koeman / Pelatih Spanyol Luis de la Fuente.
Pelatih Belanda Ronald Koeman / Pelatih Spanyol Luis de la Fuente.

RADAR BOGOR – Timnas Spanyol asuhan Luis de la Fuente memulai suksesnya menguasai Eropa dari De Kuip, Rotterdam, dua tahun lalu.

Alvaro Morata dkk mengalahkan Kroasia lewat adu penalti 5-4 dalam final Nations League 2023. Setahun berselang, La Furia Roja –sebutan timnas Spanyol– berjaya dalam Euro 2024 di Jerman.

Kembali ke De Kuip dini hari nanti (21/3), Spanyol ingin meraih triplete (tiga gelar juara beruntun) di Nations League 2025 ketika menantang tuan rumah Belanda dalam first leg perempat final (siaran langsung iNews/Vision+ pukul 02.45 WIB).

Triplete pernah diraih La Furia Roja di era pendahulu De la Fuente, yakni Spanyol besutan Vicente del Bosque, dengan memenangi Euro 2008, Piala Dunia 2010, serta Euro 2012.

’’Kami ingin menunjukkan kepada Eropa dan seluruh dunia bahwa kami tim yang mampu mengalahkan tim mana pun dan memenangi gelar apa pun di depan kami,’’ koar kiper Spanyol Unai Simon dalam pre-match press conference di Ciudad del Futbol, Las Rozas, Selasa malam (18/3) waktu setempat.

Meski level Nations League tidak sepadan dengan Euro dan Piala Dunia, Simon menilai gelar juara tetap istimewa.

”Tidak peduli apakah ini (Nations League) sama levelnya, kemenangan demi kemenangan akan penting bagi ruang ganti kami,’’ sambung kiper yang jadi pahlawan  dalam adu penalti dua tahun lalu di De Kuip.

Konsistensi merupakan keunggulan La Furia Roja seiring Alvaro Morata dkk tidak terkalahkan dalam 19 laga kompetitif di semua ajang.

Modal bagus untuk memperdaya Belanda di depan publiknya sendiri.

’’Luis (de la Fuente) berkata kepada kami bahwa Spanyol tidak pernah mengalahkan Belanda di depan pendukungnya. Inilah saat yang tepat untuk menang kali pertama dan mengalahkan mereka lagi di Mestalla (second leg, Red),’’ koar wide attacker Spanyol Ferran Torres.

Perlu dicatat, Belanda dalam periode kedua kepelatihan Ronald Koeman masih belum mampu mengalahkan timnas elite Eropa dalam ajang kompetitif.

Kemenangan terakhir adalah saat menaklukkan Jerman 4-2 pada kualifikasi Euro 2020.

Saat itu merupakan periode pertama Koeman membesut Oranje –sebutan Belanda.

Di antara pemain skuad saat ini, striker Memphis Depay adalah salah satu yang tersisa.

Memphis konfiden bisa membantu Oranje mengalahkan tim papan atas Eropa.

Laga nanti bakal jadi caps ke-99 Memphis atau bakal genap 100 caps dalam second leg di Mestalla (24/3).

’’Itu tidak lebih penting dari memberi kemenangan bagi pendukung kami di De Kuip,’’ kata striker yang kini membela klub Brasil Corinthians tersebut. (ren/dns)

Perkiraan Pemain

BELANDA (4-2-3-1):

1-Verbruggen (g); 2-Timber, 3-De Ligt, 4-Van Dijk (c), 5-Hato; 8-Gravenberch, 21-Frenkie de Jong; 7-Simons, 14-Reijnders, 11-Gakpo; 10-Memphis

Pelatih: Ronald Koeman

Jersey pemain: Oranye

Jersey kiper: Hijau

Stadion: De Kuip, Rotterdam

Siaran Langsung: iNews/Vision+ pukul 02.45 WIB

STATISTIK BELANDA

Laga: 6

Gol memasukkan: 13

Gol memasukkan per laga: 2,16

Top scorer: Denzel Dumfries (3 gol)

Top assist: Donyell Malen (3 assist)

Laga terbanyak/menit: Ryan Gravenberch/448

Gol kemasukan: 7

Gol kemasukan per laga: 1,16

Nirbobol: 1

STATISTIK SPANYOL

Laga: 6

Gol memasukkan: 13

Gol memasukkan per laga: 2,16

Top scorer: Fabian Ruiz (2 gol)

Top assist: Fabian Ruiz, Pedro Porro, Joselu, Ayoze Perez, Dani Olmo, Lamine Yamal, Ferran Torres (1 assist)

Laga terbanyak/menit: Aymeric Laporte/450

Kebobolan: 5

Kebobolan per laga: 0,83

Nirbobol: 3

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#spanyol #belanda #uefa nations league