RADAR BOGOR - Pertandingan leg kedua perempat final UEFA Nations League antara Jerman dan Italia berakhir dengan hujan gol. Die Mannschaft bermain imbang 3-3 dengan Gli Azzurri di Signal Iduna Park pada Senin (24/3/2025) dini hari.
Joshua Kimmich mencetak gol penalti dan Jamal Musiala dan Tim Kleindienst membuat Jerman memimpin. Namun, Moise Kean dan penalti Giacomo Raspadori membuat Italia menang.
Hasilnya membuat Jerman menang secara keseluruhan dengan skor 5-4, memastikan bahwa Die Mannschaft akan melawan Portugal di semifinal UEFA Nations League.
Meskipun mereka kalah di leg pertama dan tertinggal tiga gol di babak pertama, tim yang dilatih oleh Luciano Spalletti tetap berjuang dan membawa pulang hasil imbang yang patut dipuji.
Pertandingan berlangsung dengan cepat, emosional, dan penuh kejutan. Babak pertama dimainkan sepenuhnya oleh Jerman, yang memimpin 3-0 setelah 45 menit pertama berkat gol dari Joshua Kimmich, Jamal Musiala, dan Tim Kleindienst.
Namun, Italia tidak menyerah. Azzurri menyamakan kedudukan pada babak kedua berkat dua gol Moise Kean dan satu gol Giacomo Raspadori.
Pertandingan ini menjadi salah satu yang paling menarik dalam beberapa waktu terakhir karena kedua tim bermain dengan bebas dan terus membuat peluang. Pertahanan tim tuan rumah tiba-tiba kehilangan kekuatan setelah babak pertama.
Die Mannschaft tidak dapat bertahan menghadapi tekanan yang semakin meningkat dari lawan mereka karena tidak fokus, tidak bekerja sama dengan baik, dan rentan terkena pukulan di wajah.
Untuk tim tuan rumah, kebobolan tiga gol dalam waktu empat puluh menit adalah peringatan. Jika mereka ingin menang dalam turnamen, tim ini harus menyelesaikan masalahnya segera.
Pada menit ke-74, ada situasi kontroversial di mana Italia diberi penalti setelah bek Nico Schlotterbeck menyentuh bola dengan tangannya.
Tapi wasit Marciniak marah pada pemain tim tandang karena mengubah keputusannya setelah melihat VAR. Namun, ini menunjukkan pengaruh teknologi VAR yang semakin besar pada pertandingan sepak bola papan atas.
Di pihak Italia, Mousie Kean menjadi faktor utama. Dengan gerakan penuh percaya diri dan penentuan di area penalti, penyerang yang bermain untuk Fiorentina itu menyumbangkan dua gol.
Dialah yang menumbuhkan harapan bagi tim tandang dan menciptakan sorotan dalam gaya permainan serangan balik tajam "Azzurri".
Moise Kean telah menunjukkan dirinya sebagai kandidat yang layak untuk peran penyerang tengah setelah penampilan luar biasa di Signal Iduna Park.
Tim Italia yang dipimpin oleh pelatih Luciano Spalletti bermain dengan keras dan tidak menyerah meskipun tertinggal tiga gol setelah 45 menit pertama. Meskipun mereka tersingkir, tim biru masih punya alasan untuk bersenang-senang.
Sementara itu, pelatih Jerman Julian Nagelsmann jelas mengatakan bahwa mereka masih harus melakukan banyak hal lagi meskipun mereka berhasil memasuki babak selanjutnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin