RADAR BOGOR - Joey Pelupessy menjalani debutnya bersama timnas Indonesia ketika menaklukkam Bahrain 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa (25/3), dengan sempurna.
Pemain Liga Divisi 2 Belgia, Lommel, itu menjadi jembatan antara lini pertahanan dan penyerangan bagi skuad timnas Indonesia.
Hadirnya Joey Pelupessy membuat lini tengah timnas Indonesia makin solid dan menambal lubang yang sebelum ada.
Ketika timnas Indonesia disikat Australia dengan skor 1-5 (20/3), lini tengah kerap dieksploitasi lawan.
Saat itu, Joey Pelupessy tidak diturunkan dan Nathan Tjoe-A-On yang dipilih mendampingi Thom Haye.
"Ini benar-benar perasaan yang istimewa, saya melakukan debut di rumah, di Jakarta, rasanya benar-benar seperti di rumah," ungkap pemain berusia 31 tahun tersebut ketika diwawancarai di mixed zone setelah pertandingan.
Selama 90 menit, Joey Pelupessy hampir berada di seluruh area lapangan dan membuat 85 persen akurasi umpan sukses dari 40 percobaan.
Dengan menggunakan nomor punggung 14, banyak yang mengaitkan gaya bermain Joey Pelupessy seperti legenda sepak bola Spanyol, Xabi Alonso.
Namun, Joey Pelupessy merendah.
"Tentu saja dia (Xabi) lebih baik dari saya. Saya menerima pujian itu tetapi itu bukan level saya. Dia pemain yang luar biasa," ujarnya.
Dia mengakui jika Xabi merupakan salah satu role model baginya sebagai gelandang yang lebih banyak membantu kedalaman pertahanan.
Baca Juga: Festival Ramadhan 1446 Hijriah, DKM Masjid Agung Kota Bogor Santuni Ribuan Anak Yatim
"Tetapi saya melakukan dengan cara saya sendiri, dan jika saya bisa, selama saya dapat membantu timnas, itu membuat saya bangga," ungkapnya.
Terkesan Nyanyikan Indonesia Raya dengan Puluhan Ribu Suporter
Joey Pelupessy juga merasa sangat terkesan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama sekitar 70.000 orang yang ada di stadion.
"Kami menang 1-0, saya pikir kami memberi sesuatu (harapan) sebagai balasan setelah kalah 5-1 melawan Australia," bebernya.
Oleh sebab itu, dia menilai kemenangan ini penting untuk seluruh elemen tim.
"Kami sebagai tim, kami mendapat dukungan dari kalian semua. Saya benar-benar menantikan come back pada bulan Juni," ujarnya.
Bulan Juni yang dimaksud Joey Pelupessy adalah saat timnas Indonesia menghadapi dua laga terakhir kualifikasi Piala Dunia zona Asia grup C menjamu Tiongkok (5/6) dan bertandang ke Jepang (10/6).
Joey Pelupessy berharap bisa menjadi pengendali tim di laga selanjutnya, sekaligus ingin pemain lain datang dalam situasi yang terus membaik.
Patrick Kluivert menilai Joey Pelupessy berperan sangat maksimal bersama tim.
Patrick Kluivert sendiri sudah familiar dengan Joey Pelupessy pada 2011 ketika di Twente.
"Saya tahu kualitasnya. Dia melakukan tugas dengan sangat bagus. Saya rasa di posisi ini, dia bagus," ujarnya.
Sebenarnya, sambung Patrick Kluivert, Joey awalnya bermain di posisi bek kanan.
Namun, dia mengubahnya sebagai pemain nomor 6.
"Saya sangat bangga padanya karena dia memilih untuk membela Indonesia. Dia sangat bangga juga bisa mewakili negara ini. Dan ini baru awal bagi kami," katanya.
Dengan tambahan pemain seperti Joey Pelupessy, kesempatan bisa lolos setidaknya ke ronde keempat semakin terbuka.
Sebab, untuk bisa lolos langsung ke Piala Dunia dari putaran ketiga sangat berat lantaran selisih 4 poin dengan Australia yang menempati urutan kedua.
"Tentu kita akan berusaha maksimal memenangkan pertandingan, tapi hasilnya memang masih akan bergantung pada Australia. Saya selalu punya harapan," ucapnya. (raf/ali).
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim