Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Malaysia Siap Naturalisasi Pemain Liga Amatir Inggris, Azlan Johar: Saatnya Berhenti Mengandalkan Mimpi Lokal

Aditya Aghata • Rabu, 9 April 2025 | 20:28 WIB
Anuar Ceesay, pemain klub Divisi 8 Liga Inggris yang dirumorkan segera dinaturalisasi oleh FAM.
Anuar Ceesay, pemain klub Divisi 8 Liga Inggris yang dirumorkan segera dinaturalisasi oleh FAM.
 
RADAR BOGOR - Timnas Malaysia menjadi sorotan publik sepak bola Asia Tenggara usai kabar mengejutkan tentang rencana naturalisasi pemain muda keturunan Malaysia, Anuar Ceesay. 
 
Karena nama Anuar Ceesay belum familiar di telinga publik, langkah ini cukup mengguncang para fans timnas Malaysia.
 
Sebab, Ceesay diketahui masih bermain di liga amatir Inggris bersama Leatherhead FC, klub yang berlaga di Divisi 8 atau Non-League. Pemain keturunan Malaysia ini masih berusia 21 tahun dan berposisi sebagai winger.
 
Ia santer diberitakan segera menjadi bagian dari skuad Harimau Malaya usai pemain Leatherhead itu kedapatan sedang berada di Malaysia beberapa hari yang lalu.
 
Kedatangannya ke Malaysia memperkuat spekulasi bahwa proses naturalisasinya tengah diproses oleh federasi sepak bola Malaysia (FAM). Namun, euforia ini tidak sepenuhnya mendapat sambutan hangat. 
 
Baca Juga: Tirta Camelia, Pemandian Air Panas 24 Jam yang Viral di Pangalengan Jawa Barat, Segini Harga Tiket Masuknya
 
Azlan Johar, sosok yang dikenal sebagai pengamat tajam dunia sepak bola Malaysia, melontarkan kritik pedas terhadap realitas yang tengah terjadi. 
 
Menurutnya, langkah mengandalkan pemain naturalisasi bukanlah sekadar pilihan, melainkan keharusan akibat ketidakmampuan sistem lokal mencetak pemain berkualitas.
 
Dalam pernyataannya, Azlan menyebut bahwa selama lebih dari dua dekade, para pemain lokal telah diberikan ruang dan waktu untuk berkembang.
 
Namun hasilnya stagnan dan tidak memberikan kepuasan terhadap perkembangan sepak bola Malaysia.
 
Baca Juga: Jadi Tradisi di Momen Lebaran, Inilah Makna Mendalam dari Halal Bihalal
 
Ia menyoroti bahwa bahkan pada ajang besar seperti Piala Asia, pemain naturalisasi dan keturunan-lah yang justru menjadi penentu keberhasilan.
 
Ia pun menyinggung kekurangan mendasar dalam sistem pelatihan sepak bola nasional, termasuk minimnya kecerdasan taktis dan standar pelatihan yang masih berada di level rendah. 
 
Meski pengembangan talenta seperti yang dilakukan di Akademi Mokhtar Dahari (AMD) patut diapresiasi, Azlan memperingatkan bahwa intrik politik internal kerap menghambat pertumbuhan talenta sesungguhnya.
 
Ia juga membantah anggapan bahwa pemain lokal gagal berkembang karena minimnya menit bermain. 
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Minta Maaf ke Seluruh Pegawai Pemprov, Ada Apa? Dedi Mulyadi : Banyak Ibu-ibu Jualan Bawa Anak saat Jam Sekolah
 
Menurutnya, banyak di antara mereka tetap gagal tampil maksimal meski telah diberi kesempatan.
 
Komentar tersebut muncul di saat publik tengah menaruh harapan pada sosok Anuar Ceesay, yang disebut-sebut bakal menjadi “permata tersembunyi” untuk Malaysia. 
 
Namun, apakah harapan ini akan berbuah manis atau justru hanya jadi angan-angan sesaat? Itulah pertanyaan yang kini menggantung di benak banyak pencinta bola negeri jiran.***
 
Editor : Eka Rahmawati
#naturalisasi #malaysia