RADAR BOGOR – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, melakukan pertemuan penting dengan CEO Football Australia (FA), James Johnson, guna membahas peluang kerja sama strategis antara Indonesia dan Australia dalam penyelenggaraan event olahraga internasional di masa mendatang.
Kabar ini diumumkan langsung oleh Erick Thohir melalui akun Instagram resminya, Sabtu (12/4).
Dalam unggahan tersebut, Erick Thohir menyampaikan bahwa diskusi berjalan positif dan membuka jalan kolaborasi yang lebih erat antara kedua negara di bidang sepak bola.
“Bertemu dengan CEO FA Australia, James Johnson. Kami berdiskusi tentang peluang kolaborasi Indonesia dan Australia untuk menjadi tuan rumah bersama dalam event internasional di masa yang akan datang,” tulis Erick Thohir dalam caption unggahan tersebut.
Sebelumnya, Indonesia dan Australia sempat mengajukan diri sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia FIFA 2034.
Namun, pencalonan tersebut tidak membuahkan hasil karena akhirnya Arab Saudi yang ditetapkan sebagai tuan rumah tunggal ajang bergengsi tersebut.
Meski demikian, pertemuan terbaru antara Erick Thohir dan James Johnson menunjukkan bahwa kedua federasi sepak bola nasional tidak berhenti dalam upaya membangun visi jangka panjang untuk memperkuat posisi Asia-Pasifik di panggung sepak bola dunia.
Potensi kerja sama Indonesia–Australia tidak hanya terbatas pada Piala Dunia, tetapi juga bisa mencakup event internasional lain seperti:
- Piala Asia AFC
- Kejuaraan U-20 dan U-17 regional
- Turnamen pramusim antarklub Asia–Oseania
- Bahkan event multinasional olahraga lain di bawah naungan FIFA atau AFC
Pertemuan ini juga menjadi sinyal bahwa Indonesia semakin aktif membangun jaringan dan diplomasi olahraga sebagai bagian dari strategi besar pengembangan sepak bola nasional dan branding global.
Sebagai Ketua Umum PSSI yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN, Erick Thohir dikenal memiliki pendekatan diplomatik dan strategis dalam membangun kolaborasi internasional.
Ia menegaskan pentingnya kerja sama lintas negara untuk menciptakan peluang dan meningkatkan standar sepak bola di kawasan.
“Sepak bola adalah alat pemersatu. Kolaborasi dengan negara tetangga seperti Australia akan memperkuat posisi Asia di kancah sepak bola global,” ujarnya dalam beberapa kesempatan sebelumnya.
Meski belum diumumkan secara resmi proyek mana yang akan diajukan bersama, sinyal kerja sama antara FA Australia dan PSSI ini menjadi awal dari diplomasi olahraga yang menjanjikan.
Banyak pihak berharap agar kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan event bergengsi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pengembangan talenta muda dan infrastruktur sepak bola di kedua negara.***
Editor : Eli Kustiyawati