RADAR BOGOR—Para Bobotoh terkejut dengan keputusan pemain idola mereka Ciro Alves untuk meninggalkan Persib Bandung pada akhir musim 2024/2025.
Namun, Ciro Alves menunjukkan komitmen yang kuat terhadap Indonesia, terutama Kota Bandung, yang ia anggap sebagai rumah keduanya, di balik kepergiannya dari tim Maung Bandung.
Ciro Alves dan keluarganya menegaskan bahwa mereka tidak akan kembali ke Brasil meskipun dia tidak lagi bermain untuk Persib.
Mereka memiliki niat untuk menetap di Bandung secara permanen dan mungkin juga menjalani proses naturalisasi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
Maria Eduarda Mondadori, istri Ciro Alves, juga dikenal sebagai Duda, mengungkapkan dalam beberapa sesi live TikTok bahwa keluarganya sangat senang tinggal di Indonesia.
"Kita ingin menjalankan bisnis di sini, membeli rumah, dan tinggal di Indonesia. Kita perlu naturalisasi tiga orang (Ciro, istri, dan anak). Mungkin kita akan tinggal di Bandung selamanya," kata Maria.
Bahkan Duda mengatakan dia merasa seperti orang Bandung, menyebut dirinya sebagai orang Bandung, dan menunjukkan cintanya yang kuat kepada Persib meskipun dia tidak senang dengan keputusan manajemen klub yang tidak memperpanjang kontrak suaminya.
"Jika manajemen tidak mau lagi, kami pindah. Saya sekarang Bobotoh. Meskipun kita sedih, hati kita tetap biru selamanya," tutur Maria.
Berita terbaru menunjukkan bahwa Ciro Alves telah mencapai kesepakatan dengan Malut United, yang sedang berusaha untuk bermain di Liga 1 musim 2025/2026.
Salah satu tindakan awal yang paling mengejutkan sebelum bursa transfer musim depan adalah transfer ini.
Namun, Ciro menghadapi masalah besar untuk bisa membela Timnas Indonesia. Untuk kepentingan tim nasional, proses naturalisasi saat ini diperketat oleh Menpora Dito Ariotedjo dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
"Untuk timnas yang akan datang, naturalisasi harus lebih terkontrol. Kami menginginkan anggota diaspora yang berasal dari Indonesia. Ini adalah pendekatan yang saat ini kami gunakan untuk tujuan jangka pendek," kata Dito.
Kepergian Ciro Alves adalah kerugian besar bagi Bobotoh. Namun, Bandung tetap menjadi rumah bagi Ciro dan keluarganya. Mereka tidak hanya mencintai klub, tetapi juga kota dan orang-orang di dalamnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin