RADAR BOGOR - SEBAGAI putra seorang pemain legendaris seperti Lilian Thuram, Marcus Thuram tentu ingin merasakan momen seperti yang dirasakan ayahnya semasa masih aktif bermain.
Terutama, di ajang Liga Champions.
Sepanjang karier Lilian, dua kali dia mengantarkan klubnya lolos ke semifinal Liga Champions.
Tapi, seiring hanya duduk manis di bench saat mencapainya bersama FC Barcelona (2007–2008), praktis Lilian hanya menjalaninya di Juventus (2002–2003).
Juga tanpa mencetak gol. Posisi bermain Lilian adalah bek.
Karena itu, ketika Marcus menjalani first leg semifinal Liga Champions bersama Inter Milan, Kamis (1/5) dan mencetak gol hanya 30 menit setelah kickoff, dia merasa telah melebihi capaian Lilian.
Tapi, saat Marcus menjebol gawang Barca ayahnya tidak merayakan salah satu gol tercepat dalam sejarah Liga Champions tersebut.
’’Dia (Lilian) tidak merayakan golku. Kurasa bukan karena dia mantan pemain Barca. Dia memang ayah yang sulit, dia selalu menginginkan yang lebih dari aku,’’ tutur Marcus. (ren/dns)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim