RADAR BOGOR - PERTANDINGAN menghadapi Denmark di laga terakhir grup D Piala Sudirman masih menyisakan problem.
PP PBSI melalui Kabid Hubungan Luar Negeri, Bambang Roedyanto melayangkan protes kepada BWF terkait insiden yang terjadi.
Tepatnya saat Rinov Rivaldy dan Gloria Emanuelle Widjaja menghadapi Jesper Toft dan Amalie Magelund di babak pertama.
Game 1 saat kedudukan game point 21-20 untuk Denmark, Rinov melepaskan shuttlecock yang keluar.
Hanya saja, oleh Victor Wong, wasit yang bertugas dari Hongkong, shuttlecock tersebut dinyatakan terkena raket Rinov (touch) sehingga Rinov dan Gloria kalah 20-22.
"Keputusan ini tentu sangat merugikan Indonesia, karena terlihat sangat jelas shuttlecock tidak mengenai raket Rinov," kata Kabid Humas PP PBSI, Yuni Kartika.
Yuni menambahkan, surat protes disertai bukti rekaman pertandingan sudah diterima oleh BWF.
"Dan BWF menyetujui untuk melakukan investigasi atas insiden tersebut," ucap perempuan yang juga Ketua Pengkab PBSI Kudus itu.
Di partai ini, Indonesia akhirnya bisa menang dengan skor 4-1 dan melaju sebagai juara grup.
Tapi, pertandingan secara fair menjadi konsentrasi utama supaya pertandingan bisa lebih menarik disaksikan. (raf/bas)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim