RADAR BOGOR - KONI Kabupaten Bogor menjadi sorotan usai sejumlah pengurus periode 2023-2027 di PAW (Pemilihan Antar Waktu).
Informasinya ada 16 pengurus KONI Kabupaten Bogor periode 2023-2027 pada Senin (5/5/2025) mendapati surat pemberitahuan berisikan bahwa mereka telah selesai dalam kepengurusan.
Di antara pengurus KONI Kabupaten Bogor itu, ada nama-nama besar seperti Nungki Fitri Putra Nugraha yang menjabat sebagai Sekretaris Umum, Sugiarto dan Didi Furqon yang masing-masing berposisi sebagai Wakil Sekretaris 1 dan 4.
Sugiarto mengatakan, dirinya sempat kaget saat mendapat surat pemberitahuan PAW terhadap dirinya. Karena, ia mengklaim tidak pernah melakukan kesalahan dalam berorganisasi.
"Saya kaget banget. Sebab sehari sebelumnya saya masih WA-an dengan ketua (Dedi). Dan saya pun langsung minta klarifikasi, tapi WA dan telepon saya tidak direspon," ungkapnya.
Dia mengaku masih bingung dengan latar belakang keputusan PAW. Ia bahkan siap dikonfrontasi bilamana dirinya dituding telah melakukan kesalahan dalam berorganisasi.
"Komunikasi saya dengan hampir seluruh cabor baik, dan itu bisa dikroscek. Absensi saya juga demikian. Lantas apa yang dipersoalkan," jelas dia.
"Selain itu saya dan teman-teman juga bertanya-tanya, bagaimana bisa Sekum-KONI (Nungki, red) terkena PAW. Padahal ia satu-satunya pengurus yang tingkat kehadirannya tertinggi. Sekum juga tidak pernah absen memimpin rapat pleno, rapat pimpinan dan rapat koordinasi," sambung dia.
Begitupun, kata dia, sudah beberapa bulan terakhir tidak pernah ada rapat pleno. Padahal di ruang komunikasi seperti grup WhatsApps, desakan untuk rapat pleno berulang kali disuarakan.
"Bahkan saat Ramadhan tidak terjadwal agenda bukber pengurus dan pasca lebaran agenda halal bihalal pun tiada. Tiba-tiba kita semua dihadiahi surat PAW," tutur dia.
Diketahui, pada 25 April lalu, KONI Provinsi Jawa Barat telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor 82 Tahun 2025.
SK tersebut berisikan tentang pengesahan atas pengajuan PAW yang dimohon oleh Ketua KONI Kabupaten Bogor. Terlampir pula susunan terbaru kepengurusan KONI masa bakti 2023-2027.
"Saya dan beberapa pengurus lainnya akan meminta penjelasan ke KONI Jabar terkait SK yang diterbitkan. Hal yang sama juga kepada KONi Kab Bogor,” tegas dia.
Sekretaris Umum KONI Kabupaten Bogor, Muhammad Reza Arga Yuda mejelaskan bahwa pergantian pengurus antar waktu yang dilakukan merupakan hak preogratif ketua.
"Kalau perubahan itu memang dasarnya adalah untuk efektifitas dan penyamaan program kerja. Memang ini kan hak preogratif ketua. Memang isunya banyak ya, gak pleno, gak apalah, tapi kan memang hak preogratif ketua, dab itu tertuang di AD/ART," ungkap Reza Selasa (13/5/2025).
PAW Pengurus KONI Kabupaten Bogor itu sebanyak 18 orang dari 67 pengurus. Adapun, kata dia, PAW yang dilakukan merujuk pada dan AD/ART yang berbunyi, pergantian antar waktu menjadi hak preogratif ketua berdasarkan hasil pleno pengurus.
Begitupun, dia menambahkan, pelaksanaan pleno yang dilakukan tersebut setelah berkoordinasi dengan KONI Jabar, hanya pada unsur pimpinan.
"Itu pleno pengurusnya kita koordinasikan ke Jabar cukup untuk di unsur pimpinan saja. Saya tanya ke ketua, untuk arahan perubahan ini bagaimana? ternyata ketua sudah berkoordinasi dengan KONI Jabar," jelas dia.
Kata dia, PAW ini selain merujuk pada AD/ART, guna mempererat sinergitas antar bidang, pengurus di lingkup KONI Kabupaten Bogor untuk mencapai visi misi bersama.
"Kan biasanya gini, ketua ini punya hak preogratif untuk mengganti pengurus jika memang dinilai persamaan visi misi kurang tercapai, itukan bisa jadi hak preogratif ketua," ujar dia.
"Sama Jabar juga melakukan itu, Kabupaten Karawang, Cianjur, dan memang ada jatah untuk PAW ketika memang satu tahun atau dua tahun kinerja perlu dinilai untuk menambah kekuatan atau mengganti kekuatan," sambung dia.
Sehingga, kata dia, jika dalam internal KONI Kabupaten Bogor mengalami persoalan akibat PAW ini, dia menyarakan untuk koordinasi ke KONI Jawa Barat.
"Kalaupun ada ribu-ribut kan bisa koordinasi ke KONI Jabar, ketika memang saya ditunjuk jadi Sekum juga, saya pertanyakan ini tujuannya untuk kemana? ternyata memang untuk mengawali pembinaan aja. Sebenarnya ini normatif ajalah kalau pergantian pengurus mah," pungkasnya. (rp2)
Editor : Yosep Awaludin