RADAR BOGOR – Inter Milan hanya berjarak tujuh menit dari upaya mengudeta SSC Napoli sebagai capolista Serie A dalam giornata ke-37, Senin WIB (19/5).
Hingga menit ke-88, Inter Milan unggul 2-1 atas SS Lazio di Stadio Giuseppe Meazza, Milan.
Sementara di Stadio Ennio Tardini, Napoli gagal menjebol gawang tuan rumah Parma Calcio.
Akan tetapi, bola sontekan striker Lazio Valentin Castellanos yang terkena tangan bek Inter Milan Yann Bisseck mengubah situasi.
Wasit Daniele Chiffi menghadiahi penalti kepada Lazio pada menit ke-90 setelah mengecek lewat video assistant referee (VAR).
Striker gaek (37 tahun) Pedro Rodriguez berhasil mengeksekusi penalti dan mengubah kedudukan jadi 2-2.
Inter Milan coba untuk mengungguli Lazio lagi melalui gol Marko Arnautovic pada menit keenam injury time babak kedua (90+6’).
Tapi, gol itu dibatalkan wasit via VAR. Posisi Arnie –sapaan karib Arnautovic– dianggap offside.
Bersamaan dengan tidak disahkannya gol Arna, keputusan VAR juga mengecewakan Napoli.
Wide attacker Napoli David Neres dijegal bek Parma Mathias Fjortoft Lovik di kotak 16.
Tapi, VAR menilai ada pelanggaran lebih dulu yang dilakukan pemain Napoli.
”Aku rasa kami seharusnya mendapatkannya (penalti, Red),” kata gelandang Napoli Scott McTominay di laman resmi klub.
’’VAR telah menunjukkan efektivitasnya dengan menghapuskan 94 persen kesalahan wasit sepanjang liga (Serie A) musim ini,’’ sahut Davide Massa, salah seorang wasit Serie A.
Tiga keputusan VAR di Giuseppe Meazza dan Ennio Tardini yang berujung hasil akhir seri pun memaksa Napoli dan Inter Milan memperpanjang persaingan scudetto sampai laga pemungkas pekan depan (24/5).
Partenopei –julukan Napoli– dengan keunggulan satu poin dari Inter (79-78) menjamu Cagliari Calcio di Stadio Diego Armando Maradona, Naples.
Sementara Inter Milan yang punya keunggulan dalam diferensiasi gol (surplus 42 gol berbanding surplus 30 gol) tandang ke markas Como 1907, Stadio Giuseppe Sinigaglia.
Laga pemungkas itu harus dilakoni Napoli dan Inter Milan tanpa allenatore masing-masing di bench.
Itu karena Antonio Conte (Napoli) maupun Simone Inzaghi (Inter) sama-sama menerima kartu merah dalam laga kemarin.
The Godfather –julukan Conte–bersitegang dengan pelatih Parma Christian Chivu.
Kartu merah pun didapatkan Conte dari wasit Daniele Doveri.
Simo pun diusir wasit Chiffi karena protes keputusan VAR serta berdebat dengan allenatore Lazio Marco Baroni.
Nama terakhir juga dikartu merah.
Baca Juga: Shafira Herfesa Devi Lolos Piala Dunia Catur karena Bimbingan Dua Ayah
Sebagai gantinya, dua asisten pelatih kedua tim yang akan beradu taktik.
Simo digantikan Massimiliano Farris dan Conte akan diwakili Cristian Stellini.
”Tidak ada masalah (tanpa kehadiran Conte). Perasaan kami tetap positif karena kami bermain kandang,” kata kiper Napoli Alex Meret.
”Kami ingin memenangi pertandingan terakhir itu danakan menjadi perayaan scudetto yang hebat,’’imbuh Meret. (ren/dns)
UTAK-ATIK SCUDETTO GIORNATA PEMUNGKAS
SSC NAPOLI (79 POIN, SURPLUS 30 GOL)
- Menang atas Cagliari Calcio
- Seri dengan Cagliari asalkan Inter Milan tidak mengalahkan Como 1907
- Kalah oleh Cagliari asalkan Inter kalah oleh Como
INTER MILAN (78 POIN, SURPLUS 42 GOL)
- Menang atas Como dan Napoli tidak mengalahkan Cagliari
- Seri dengan Como dan Napoli kalah oleh Cagliari sehingga Inter unggul produktivitas gol