Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Di Balik Prestasi Bumi, Atlet Muda Asal Kota Bogor Juara Dunia MMA di Brazil, Sang Ibu Memilih Sembunyi Saat Anaknya Bertanding

Fikri Rahmat Utama • Senin, 23 Juni 2025 | 08:44 WIB
Bumi Magani Abraar Himara, juara pertama GAMMA World MMA Championship kategori U-16 kelas 54 kilogram di Sao Paulo, Brazil, pada 16–22 Juni 2025.
Bumi Magani Abraar Himara, juara pertama GAMMA World MMA Championship kategori U-16 kelas 54 kilogram di Sao Paulo, Brazil, pada 16–22 Juni 2025.

RADAR BOGOR – Di atas ring, Bumi Magani Abraar Himara tampil gagah. Serangan demi serangan ke lawan dilancarkan remaja 15 tahun asal Kota Bogor ini dengan penuh percaya diri.

Penampilannya itu pun berbuah manis. Bumi menorehkan prestasi internasional dengan menjadi juara pertama dalam ajang GAMMA World MMA Championship kategori U-16 kelas 54 kilogram di Sao Paulo, Brazil, 16–22 Juni 2025.

Namun kemenangan itu bukanlah hasil instan. Perjalanan panjang dan tidak umum telah dilalui sejak Bumi duduk di bangku kelas 6 SD.

“Awalnya dia suka MMA, tapi karena waktu itu jarang ada pertandingan untuk anak-anak, akhirnya diarahkan dulu ke Wushu,” ujar Devi, sang ibu.

Namun ketertarikan Bumi pada MMA tidak berhenti. Ia terus berlatih dan mendalami dunia pertarungan campuran tersebut hingga bisa meraih sejumlah medali di berbagai kejuaraan regional dan internasional.

Bumi tercatat pernah bertanding dan menang di Thailand, Singapura, Malaysia, bahkan Abu Dhabi.

"Akhirnya karena dia sudah suka di situ kami dukung terus sehingga bisa terus berprestasi hingga saat ini," kata Devi.

Perjalanan Bumi ke Brazil dimulai sejak Januari 2025. Ia bergabung dalam pelatnas di bawah naungan Pertacami, yang dipusatkan di UNJ, Jakarta.

Brazil hanyalah salah satu dari tantangan besar yang harus ia hadapi. Usai menjadi juara dunia, Bumi langsung dijadwalkan terbang ke Bahrain. "Dia tidak pulang, jadi langsung ke Bahrain untuk ikut bertanding lagi," sebut Devi.

Devi mengaku masih sering merasa berat hati. MMA bukan olahraga biasa. Kontak fisik yang keras dan risiko cedera membuat dirinya tidak pernah sanggup menonton langsung pertarungan putranya.

“Kalau dia tanding, saya biasanya balik badan, berdoa saja. Saya nggak pernah nonton langsung. Kadang kalau lihat dia kena pukul, hati saya nggak terima,” ungkapnya.

Meski begitu, sebagai orang tua, Devi dan suaminya memilih untuk meridhoi jalan yang dipilih sang anak. Mereka tidak memaksakan jalur umum, selama pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

“Kami ingin Bumi jadi atlet yang tetap sekolah. Kami minta ke sekolah untuk kirim materi pelajaran. Dia boleh pulang untuk UTS atau UAS,” ujarnya.

Menurutnya, MMA justru membentuk karakter Bumi menjadi lebih tenang dan sabar. Ia menjadi pribadi yang berhati-hati, terutama dalam mengendalikan emosi.

“Dia sadar kalau dia pukul orang, bisa fatal akibatnya. Itu yang membuat dia belajar mengendalikan diri. MMA mengajarkannya nilai yang orang luar mungkin tidak tahu,” tutur Devi.

Devi juga mengingat, dulu Bumi sempat enggan tampil di panggung sekolah saat dipanggil sebagai atlet.

MMA belum sepopuler karate atau taekwondo. Tapi kini, ia mulai menerima identitasnya sebagai petarung muda dengan prestasi yang tak biasa.

Devi pun berpesan kepada para orang tua lain yang anaknya tertarik menekuni olahraga keras atau tak populer agar tidak terburu-buru menolak.

"Di ring mungkin keras dengan lawan, tapi di luar mereka bisa tetap bersahabat. Kalau anaknya senang, dan kita ridho serta terus doakan, insyaallah semua akan baik," kata Devi.

Sementara itu, Bumi mengaku semangatnya dalam bertanding datang dari keinginan untuk membanggakan orang tua dan negaranya.

“Motivasi terbesar saya adalah membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Saya juga ingin membanggakan orang tua saya,” kata Bumi.

Menurutnya, MMA adalah olahraga yang unik karena menggabungkan teknik striking dan grappling. Ia melihat potensi besar di olahraga ini karena masih tergolong baru di Indonesia.

“Masih banyak peluang untuk bisa berhasil di MMA. Ini olahraga yang belum terlalu ramai, tapi tantangannya luar biasa,” ujarnya.

Bumi pun memiliki cita-cita besar di masa depan. Ia ingin meniti karier profesional dan berlaga di pentas dunia.

“Cita-cita saya kalau diberi kesempatan adalah jadi fighter UFC. Idola saya Sean O’Malley, karena dia selain jago, juga bisa menjual fight-nya dengan gaya yang nyentrik dan khas,” tutup Bumi.

Setelah dari Brazil, Bumi dijadwalkan langsung bertolak ke Bahrain untuk kembali bertanding mewakili Indonesia di ajang Asian Youth Championship. Dari ring ke ring, impiannya tak pernah padam. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #mma #bumi