Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mengenal Hapkido, Cabor Baru Pendulang Medali Emas Kota Bogor di Porprov Jabar 2026

Muhammad Ruri Ariatullah • Rabu, 25 Juni 2025 | 16:39 WIB
Bincang-bincang tentang beladiri hapkido dalam podcast Bicara Bogor, Selasa 24 Juni 2025.
Bincang-bincang tentang beladiri hapkido dalam podcast Bicara Bogor, Selasa 24 Juni 2025.

RADAR BOGOR - Kota Bogor akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV/Jawa Barat 2026.

Pada multiven olahraga empat tahunan itu, terdapat satu cabang olahraga (cabor) baru yang berpotensi mendulang medali emas.

Adalah hapkido, cabor bela diri asal Korea Selatan yang mulai menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu andalan Kota Hujan dalam pesta olahraga di Bumi Tatar Pasundan ini.

Hapkido sudah masuk ke Indonesia pada 2014 silam. Dibawa oleh praktisi bela diri nasional, Vincentius Yoyok Suryadi saat menimba ilmu di Negeri Gingseng.

“Hapkido sebenarnya bukan murni dari Korea. Aslinya adalah aikido, cabor beladiri asal Jepang. Mereka belajar ke sana untuk kemudian dikembangkan sesuai kultur dan budaya Korea,” ujar Kepala Pelatih Hapkido Kota Bogor, Soleh Basuni dalam sinar Bicara Bogor, Selasa (24/6/2025).

Oleh Vincentius, Hapkido kemudian diperkenalkan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

Sejak saat itu, perlahan mulai berkembang pesat dan resmi diakui sebagai salah satu cabor resmi turnamen olahraga nasional.

Hapkido mulai dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, sebagai cabor eksebisi.

Kemudian resmi masuk pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut) 2024. “Pada Porprov Jabar 2026 mendatang bakal dipertandingkan,” ucapnya.

Ada 22 nomor dalam cabor beladiri hapkido. Gerakan-gerakannya mengandalkan kekuatan lawan. Mirip dengan aikido yang dengan sekali sentuhan mampu menjatuhkan tanpa mengeluarkan banyak tenaga.

“Sama seperti Steven Seagal (bintang laga Hollywood). Dia adalah praktisi beladiri aikido,” serunya.

Bahkan, sambungnya, gaya pertarungan hapkido mirip dengan seni beladiri campuran atau mix martial art (MMA).

Sebab selain ada tendangan dan pukulan, juga memiliki teknik bantingan serta kuncian. “Masing-masing memiliki poin tersendiri”, jelas Soleh.

Sedangkan untuk Kota Bogor, cabor hapkido baru masuk pada 2023 lalu. Saat itu Pengurus Cabang Hapkido Indonesia (Pengcab HI) dipegang Dedy Sumarna (Ketua KONI Kota Bogor) sebagai pelaksana tugas (plt)-saat itu masih menjabat sebagai wakil ketua bidang organisasi.

“Saya diminta untuk mempelajari hapkido, dan kemudian menyosialisasikan kepada para atlet beladiri lainnya. Alasannya karena ini cabor baru belum ada atlet,” ungkap Soleh.

Sementara atlet Hapkido Kota Bogor, Khairullah menyatakan ketertarikannya terhadap beladiri baru ini karena mudah dipelajari. Meski di awal masih meraba-raba karena sebelumnya merupakan atlet taekwondo.

“Kami latihan dulu selama beberapa bulan. Harus siap dibanting dan dikunci, karena beda jauh dengan taekwondo. Pelatih juga ulet karena kami berlatih dengan jadwal yang padat secara intensif. Dan atlet harus cepat belajar,” ujarnya.

Hasil dari pembinaan dan latihan yang tekun, berbuah manis. Pada Daeryun Cup 1 se-Jabar di Karawang Center Point, Kabupaten Karawang 16 Februari 2025. Kota Bogor menjadi juara umum dengan enam medali emas dan satu medali perunggu.

Kemudian pada kejuaraan Hapkido Asia Tenggara di Jogjakarta pada 13-15 Juni 2025, meraih empat medali emas dan satu medali perunggu.

Ketua Pengcab HI Kota Bogor, Muhamad Opik, mengaku bersyukur dan bangga atas torehan prestasi para atletnya. Meski baru dua tahun berdiri, namun bisa mengangkat nama Kota Hujan.

Ini juga merupakan bagian penting dalam persiapan menuju Porprov Jabar 2026. “Dua kejuaraan yang kami ikuti, semuanya langsung meraih medali. Artinya, atlet-atlet hapkido Kota Bogor mulai menunjukkan kualitas terbaik mereka,” tukasnya. (rur)

RAMAI: Suasana kunjungan para wisatawan asing ke salah satu beach club milik warga lokal di Pantai Tanjung Aan, Desa Sengkol, Pujut, Loteng, pekan lalu. Pemkab Loteng beri lampu hijau penataan kawasan
RAMAI: Suasana kunjungan para wisatawan asing ke salah satu beach club milik warga lokal di Pantai Tanjung Aan, Desa Sengkol, Pujut, Loteng, pekan lalu. Pemkab Loteng beri lampu hijau penataan kawasan
Editor : Alpin.
#kota bogor #Porprov Jabar 2026 #hapkido