Sementara Indonesia mengantongi 3 poin di posisinya yang sekarang.
Sedangkan Pakistan ada di posisi ketiga, dan Kirgistan berada di posisi keempat.
Untuk lolos ke Piala Asia, Indonesia harus mengalahkan Taiwan sehingga memiliki poin yang sama.
Namun kemenangan saja tidak cukup untuk meloloskan Garuda Pertiwi.
Sebab, Indonesia punya selisih gol dengan Taiwan sebanyak +11. Situasi tersebut membuat Indonesia harus mengalahkan Taiwan dengan margin 12 gol atau lebih.
Tak cukup sampai disitu, tim asuhan Satoru Mochizuki tersebut juga perlu berharap pada Pakistan yang memiliki selisih gol -6 supaya gagal menang dengan margin lebih dari enam gol pada laga terakhir melawan Kirgistan.
Skenario ini dapat dikatakan sulit untuk terealisasi pasalnya Taiwan tampil trengginas di babak kualifikasi. Tim besutan Kazuo Echigo tersebut menggilas Pakistan dengan skor mencolok 8-0 pada laga pertama dan menaklukkan Kirgistan 3-0 pada laga berikutnya.
Namun, pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoro Mochizuki menolak untuk mengibarkan bendera putih dan tetap membumbungkan kepercayaan diri pada tim asuhannya.
“Kami terus bangkit menghadapi pertandingan selanjutnya dan juga ajang-ajang ke depan,” sebut pelatih asal Jepang itu dalam konferensi pers pasca-pertandingan menghadapi Pakistan.
Laga hidup mati timnas putri Indonesia menghadapi Taiwan akan digelar pada Sabtu, 5 Juli 2025 pada pukul 8 malam, bertempat di Stadion Indomilk Arena, Tangerang.
Sebanyak 82 mahasiswa Pascasarjana Universitas Hamzanwadi mengikuti program International Student Outbound di Multimedia University (MMU) Kampus Kuala Lumpur, Malaysia, (3/7). Editor : Rani Puspitasari Sinaga