RADAR BOGOR - Jordan Henderson, mantan kapten Liverpool kembali ke Anfield untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sahabatnya, Diogo Jota. Ia tampak menangis.
Ya, Henderson, yang kini bermain untuk Ajax Amsterdam, berdiri terdiam di depan tribune The Kop untuk Diogo Jota. Dia memegang setangkai bunga dan syal Liverpool. Langkahnya berat, dan matanya merah.
Ia menundukkan kepala di tengah banyak pendukung yang masih larut dalam duka atas kematian Diogo Jota.
Sebagaimana dilaporkan Daily Mail Sports, hanya ada beberapa kata-kata yang ia tinggalkan di buket bunga.
"Beristirahatlah dalam damai sahabatku. Dengan saudaramu Andre. Semua orang akan merindukan Anda. Cinta, Hendo, dan keluarga," tulis Henderson.
Dunia sepak bola terkejut dengan tragedi itu. Diogo Jota dan adiknya, Andre, tewas dalam kecelakaan tragis di Zamora, Spanyol, setelah mobil Lamborghini yang mereka tumpangi terguling dan terbakar.
Mereka sedang dalam perjalanan ke Santander untuk menumpang kapal yang akan membawa mereka ke Inggris. Pasca operasi paru-paru, jelas tidak disarankan untuk terbang.
Berita itu lebih tragis karena terjadi hanya dua minggu setelah Jota menikahi Rute Cardoso, kekasihnya dan ibu dari ketiga anaknya, dalam pesta yang bahagia di Porto.
Selain itu, kata-kata kesedihan membanjiri media sosial. Virgil van Dijk, kapten Liverpool saat ini, menyatakan bahwa dia hancur dan tidak percaya bahwa dia harus kehilangan rekan satu timnya selama lima tahun.
“Seorang pemain hebat, manusia luar biasa, dan ayah yang luar biasa,” tulis Van Dijk pada Jumat 4 Juli 2025 di akun Instagram pribadinya.
Pesan emosional ditulis oleh bek kiri Andy Robertson, sahabat dekat Diogo Jota baik di dalam maupun di luar lapangan.
Dari ruang ganti hingga pesta pernikahan dua pekan lalu, dia mengingat kebersamaan mereka.
"Saya tidak percaya kita berpisah. Ini terlalu cepat, dan itu sangat menyakitkan bagi saya mendengar kabarmu beserta adikmu," Andrew Robertson menulis di akun Instagram pribadinya.
Di lapangan, tidak ada lagi teriakan penuh semangat dan senyum khas Diogo Jota. Bagi mereka yang mengetahuinya, Diogo Jota bukan sekadar pemain; ia adalah teman, keluarga, dan ayah yang luar biasa.
Saat ini, Anfield tidak hanya kehilangan seorang pemain sepak bola, tetapi juga kehilangan salah satu jiwa terpenting yang pernah bermain di Anfield. (***)
Editor : Yosep Awaludin