RADAR BOGOR - PSG (Paris Saint-Germain) mengalami kekalahan mengejutkan dari Chelsea pada Final Piala Dunia Antarklub 2025.
Padahal, di awal Piala Dunia Antarklub 2025 PSG tampil soperior. Dimulai saat mereka membalikkan keadaan dari tertinggal dua gol menjadi menang 4-2 lawan Manchester City.
Pelatih PSG Luis Enrique bahkan memuji ketangguhan timnya saat menghadapi tekanan Manchester City. Tapi kali ini, strategi itu gagal saat menghadapi Chelsea.
Chelsea menerapkan pressing sangat intens terhadap pemain PSG, kecuali dua bek tengah yang kurang mengancam.
Strategi ini berisiko tinggi karena satu kesalahan bisa membuat PSG terjebak dalam kecepatan lawan, seperti Dembélé, Hakimi, dan Doué.
“Kami bertahan dengan intensitas selama sekitar 35 menit, dan itu cukup untuk menang karena saat itu kami sudah unggul 2-0,” ujar Maresca usai pertandingan.
Chelsea memiliki daya tahan dan kekuatan fisik yang tak semua lawan PSG miliki, sehingga permainan mereka malah bikin PSG kerepotan dan akhirnya kalah.
Kekalahan ini menimbulkan keraguan tentang kekuatan PSG sebenarnya. Mungkin lini tengah yang dipimpin Vitinha belum cukup kuat, dan Dembélé masih belum stabil seperti saat di Barcelona.
Keputusan tak memilik striker pusat tradisional juga dipertanyakan. Luis Enrique mungkin perlu lebih cepat beradaptasi saat Chelsea menguasai jalannya laga di awal.
Tanpa perubahan besar, PSG harus bangkit secara kolektif. Liga Champions dan musim depan bergantung pada perkembangan tim ini.
Kekalahan ini menyakitkan, tapi juga pelajaran berharga bahwa tidak ada yang bisa diremehkan di sepak bola modern.
Tim yang mampu beradaptasi dan menjaga konsistensi akan jadi kunci utama untuk mencapai sukses jangka panjang. (***)
Penulis : Anggita Ali Dahlan/PKL Universitas Pakuan
Sumber : ESPN