Kiper Muda AC Milan Selamatkan 3 Penalti saat Berhadapan dengan Arsenal, The Next Donnarumma?
Muhammad Dimas Saputra• Rabu, 23 Juli 2025 | 22:46 WIB
Lorenzo Torriani saat menyelamatkan penalti dari pemain Arsenal.
RADAR BOGOR - Klub-klub Eropa mulai menggenjot persiapan untuk mengarungi musim depan, setelah kurang lebih satu bulan menjalani liburan pasca musim 2024/2025 berakhir.
Tak terkecuali Arsenal dan AC Milan yang pada Rabu, 23 Juli 2025 melangsungkan laga pramusim perdana dalam tur kedua tim tersebut ke Asia.
Laga yang dihelat di National Stadium, Kallang, Singapura tersebut berjalan sengit yang mana Arsenal unggul 1-0 atas AC Milan pada sembilan puluh menit pertandingan harus rela kalah dalam babak adu penalti dengan skor tipis 5-6.
Dalam sembilan puluh menit pertandingan, sejatinya Arsenal mendominasi jalannya laga, mereka membombardir pertahanan Rossoneri sebanyak 23 kali yang hanya dibalas tiga kali oleh tim pasukan Massimiliano Allegri.
Setelah berkali-kali menemui kebuntuan di babak pertama, Arsenal akhirnya membuka keunggulan pada menit 53 melalui Bukayo Saka yang menceploskan bola ke tiang jauh gawang Pietro Terracciano memanfaatkan sebuah umpan silang dari Jakub Kiwior.
Usai mengalami kebobolan, pelatih Milan Massimiliano Allegri melakukan pergantian pada posisi kiper dengan memasukkan kiper muda Lorenzo Torriani tepatnya di menit 66.
Tampil menggantikan Pietro Terracciano, Torriani melakukan lima penyelamatan di 24 menit terakhir pertandingan, salah satunya dengan menyelamatkan tandukan terarah dari Mikel Merino dalam situasi sepak pojok.
Performa gemilang sang kiper muda tak berhenti sampai di situ, pada babak adu penalti ia sukses menyelamatkan sepakan dari tiga pemain Arsenal, yakni Martin Odegaard, Reiss Nelson, dan pemain muda Marli Salmon.
Tiga penyelamatan penalti krusialnya tersebut membawa Rossoneri memenangkan babak adu penalti atas Arsenal dengan skor tipis 6-5.
Lorenzo Torriani seorang kiper berusia 20 tahun yang merupakan produk didikan akademi AC Milan dan sudah mengecap dua pertandingan di tim utama, satu di antaranya laga menghadapi Liverpool di UEFA Champions League.
Meskipun laga berakhir dengan kekalahan Milan dengan skor 1-3, tetapi Torriano tampil cukup baik dengan melakukan tiga penyelamatan yang menghindarkan Rossoneri dari kekalahan lebih telak.
Potensi yang ditunjukkan Torriani seketika membangkitkan memori suporter sepakbola akan Gianluigi Donnarumma, kiper jebolan akademi AC Milan yang debut pada usia 16 tahun tetapi menjadi tulang punggung Rossoneri di bawah mistar gawang.
Kala itu Donnarumma memperkuat tim masa kecilnya tersebut selama enam musim, sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan Paris Saint-Germain yang sampai saat ini mencatatkan namanya sebagai salah satu kiper terbaik pada generasinya.
Namun, perjalanan Torriano untuk mereplikasi karier Donnarumma terbilang masih cukup panjang dan bisa jadi lebih merintang, pasalnya Rossoneri masih memiliki dua kiper yang jauh lebih berpengalaman, yakni Mike Maignan dan Pietro Terracciano.
Walau sulit, tapi hal ini tak menutup kemungkinan Torriano bisa mencuri spot kiper utama Milan seiring dengan penurunan performa dari Maignan musim lalu dan usia Terracciano yang telah menginjak 35 tahun.***