RADAR BOGOR - Persija Jakarta bergerak cepat untuk melengkapi kekuatan tim pasca kegagalan di musim lalu yang mana Macan Kemayoran harus puas finish di peringkat tujuh Liga 1.
Pada 26 Juli 2025, Persija meresmikan kedatangan winger Allano Brendon de Souza Lima dari klub Serie B, Operario PR. Sehari sebelumnya Macan Kemayoran juga mengumumkan transfer Alan Cardoso dari Confianca.
Di Serie B Brazil yang telah berjalan selama dua belas pekan, Allano mencetak satu gol dan dua assist sebelum akhirnya menyelesaikan kepindahan ke Jakarta dengan biaya transfer yang tidak disebutkan.
Persija bukan merupakan klub pertama Allano di Asia karena sebelumnya ia juga pernah mengecap pengalaman di Jepang bersama Ventforet Kofu selama satu musim.
Allano menyebut bahwa keputusannya untuk menerima tawaran Persija adalah karena sejarah besar dari klub ini dan ambisi besarnya untuk meraih gelar juara.
“Alasan terbesar saya menerima tawaran ini adalah sejarah besar Persija dan ambisinya meraih gelar. Saya ingin jadi bagian dari perjalanan itu,” ucap pemain 30 tahun tersebut sebagaimana dikutip dari laman resmi Persija.
Kedatangan Allano menambah kental aroma Samba dalam skuad Persija Jakarta musim ini, pasalnya kini Persija memiliki tujuh pemain asal Brazil di dalam skuad.
Pemain-pemain tersebut antara lain adalah Gustavo Almeida, Carlos Eduardo, Gustavo Franca, Basty de Souza, Fabio Silva, Alan Cardoso, dan terakhir Allano.
Alasan di balik eksodus pemain Brazil ke Persija tentunya adalah akibat keputusan manajemen di awal musim untuk merekrut pelatih asal Brazil, Mauricio Souza.
Mauricio Souza merupakan eks pelatih Flamengo yang juga pernah mengantarkan Madura United melaju ke Championship Series Liga 1 musim 2023/24.
Musim itu ia juga membawa wajah-wajah baru ke Liga 1 seperti Francisco Rivera, Cleberson, Lulinha, hingga Dalberto. Dari keempat nama tersebut, tiga di antaranya berasal dari Brazil.
Sebelumnya selama empat musim berturut-turut Persija selalu berada di bawah kendali juru taktik asal Eropa mulai dari Angelo Alessio, Thomas Doll, hingga Carlos Pena.
Minimnya prestasi di bawah arahan pelatih Benua Biru dimana catatan terbaik Persija adalah finish di peringkat 2 bersama Thomas Doll pada musim 2022/23, tampaknya menjadi alasan yang membuat Macan Kemayoran memutuskan untuk menggaet pelatih asal Brazil.
Persija memang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan negara yang terletak di Amerika Latin tersebut, pasalnya gelar Liga 1 terakhir yang direngkuh oleh klub yang berbasis di Jakarta tersebut dilakukan bersama pelatih asal Brazil, Stefano Cugurra
Selain itu, melimpahnya pemain asal Brazil yang menjalin kenangan manis bersama klub seperti Antonio Claudio, Luciano Leandro, Willian Pacheco, Fabiano Beltrame, Jaime Xavier, hingga Renan Silva membuat klub ini terasa sangat terikat dengan Brazil.***