RADAR BOGOR – Striker andalan Newcastle United, Alexander Isak, dikabarkan enggan bergabung dalam tur pramusim klub ke Asia. Ia disebut-sebut ingin hengkang dari St. James’ Park musim panas ini.
Pemain asal Swedia itu tak terlihat saat Newcastle United menjalani laga persahabatan melawan Celtic pekan lalu. Klub berdalih absennya Isak karena cedera paha ringan.
Namun, sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkap hal berbeda. Isak sendiri yang memilih tak ikut, diduga karena masa depannya yang belum jelas di Newcastle United.
Sejak bergabung dari Real Sociedad pada 2022 dengan mahar sekitar Rp1,2 triliun, Isak menjelma jadi mesin gol The Magpies.
Musim lalu, ia mencetak 27 gol di semua ajang, termasuk satu gol penting di final Carabao Cup yang mengakhiri puasa gelar domestik Newcastle selama 70 tahun. Di Premier League, hanya Mohamed Salah yang mencetak lebih banyak gol darinya.
Pihak klub sebenarnya ingin mempertahankan Isak dengan kontrak baru yang lebih menggiurkan. Saat ini, kontraknya masih berlaku hingga Juni 2028.
Namun, rumor ketertarikan dari Liverpool yang siap menebusnya dengan harga fantastis sekitar Rp2,6 triliun membuat situasi semakin panas.
Newcastle United memang bersikukuh tak ingin melepas Isak, tapi jika sang pemain memaksa pergi dan ada tawaran menggiurkan, bisa jadi pertahanan klub akan runtuh.
Kondisi ini tentu jadi pukulan telak bagi pelatih Eddie Howe. Apalagi, striker pengganti seperti Will Osula masih belum matang, sementara penyerang akademi, Sean Neave, belum punya cukup pengalaman.
Upaya mendatangkan striker lain pun belum menemui titik terang, termasuk Hugo Ekitike yang justru lebih dulu digaet Liverpool.
Drama transfer ini membuat Newcastle kembali dihadapkan pada musim panas yang penuh ketidakpastian. Jika tak segera tuntas, bukan tak mungkin performa tim terganggu saat liga dimulai. (***)
Penulis: Muhammad Fadly Ardhian S/PKL Universitas Pakuan
Sumber: The Athletic