RADAR BOGOR - Di antara lima rekrutan musim panas Real Madrid sampai Rabu 30 Juli 2025, salah satunya adalah Alvaro Carreras dari SL Benfica.
Bek kiri berusia 22 tahun itu notabene merupakan jebolan akademi El Real atau La Fabrica.
Real Madrid merogoh kocek hingga EUR 50 juta (Rp946 miliar) untuk memulangkan Alvaro Carreras.
Nilai transfer itu sepuluh kali lipat lebih mahal dari nilai transfer yang dibayar Benfica kepada Manchester United pada musim panas tahun lalu.
Alvaro Carreras memang diboyong Manchester United dari La Fabrica pada 2020 atau saat masih berusia 17 tahun.
Meski bukan bisnis yang bagus, Real Madrid merasa bangga ketika pemain jebolan akademi mereka bisa memiliki market value tinggi.
Tentu saja, dengan kemampuan yang sudah berkembang dan jam terbang lumayan karena Los Merengues –sebutan Real Madrid – tidak mampu memberikannya.
Musim panas kali ini pun Real Madrid harus melepas tujuh pemain La Fabrica mereka karena persaingan sulit untuk bisa masuk ke tim utama Los Merengues.
”Ketujuh pemain itu telah memberikan pemasukan EUR 20 juta (Rp 378,48 miliar) bagi Real,” ulas Diario AS.
Salah satunya dilepas ke Benfica, yaitu bek kiri Rafael Obrador.
Nilai transfernya EUR 5 juta atau sama dengan yang dikeluarkan Benfica untuk Carreras.
”Seandainya Obrador kelak menjadi seperti Carreras, dengan Real Madrid harus mengeluarkan uang lebih besar untuk memulangkannya, maka itu adalah konsekuensi yang harus diterima,” kata pelatih Real Madrid Castilla (untuk pemain dari La Fabrica) Alvaro Arbeloa kepada El Desmarque.
Arbeloa menilai beberapa anak asuhnya yang dilepas sejatinya punya potensi bagus.
Selain Obrador, ada pula bek tengah Jacobo Ramon (Como 1907), winger Victor Munoz (CA Osasuna), bek kiri Youssef ”Yusi” Enriquez (Deportivo Alaves), dan gelandang Chema Andres (VfB Stuttgart).
Akan tetapi, mereka sulit naik ke tim utama Real karena posisinya sama dengan para rekrutan baru.
Alhasil, mereka harus dilepas ke klub lain demi perkembangan karier. (ren/dns)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim