RADAR BOGOR – Kabar mengejutkan datang dari juara Europa League musim lalu, di mana kapten sekaligus pemain andalannya selama satu dekade terakhir, Son Heung-min, mengumumkan akan meninggalkan The Lilywhites.
Son menyampaikan keputusannya tersebut dalam konferensi pers jelang uji tanding menghadapi Newcastle United pada Sabtu, 2 Agustus 2025, waktu setempat.
Pemain berkewarganegaraan Korea Selatan tersebut menyebut alasannya meninggalkan Spurs adalah karena dirinya telah meraih segala hal selama di Spurs, sehingga ia membutuhkan suasana baru.
“Alasannya adalah karena saya telah meraih segalanya di Spurs. Aku membutuhkan lingkungan baru untuk tantangan baru,” sebut pemain berusia 33 tahun, sebagaimana dikutip dari Football London.
Pernyataan Son tidak sepenuhnya keliru. Meskipun tercatat hanya mempersembahkan satu gelar untuk The Lilywhites, trofi Europa League yang didapat pada musim lalu tersebut merupakan gelar pertama bagi tim London Utara itu dalam 17 tahun terakhir.
Selama 10 tahun memperkuat Spurs, Son juga menorehkan beberapa prestasi individual, seperti Golden Boot atau pencetak gol terbanyak Premier League pada musim 2021/2022 dan gelar Puskás Award pada musim 2020.
Pelatih Tottenham, Thomas Frank, menyebut bahwa sejatinya dirinya menantikan kesempatan untuk dapat bekerja sama dengan Son. Namun, ia menghargai keputusan pemain asal Korea Selatan tersebut untuk hengkang.
“Secara pribadi, saya ingin sekali bekerja dengannya. Dia pemain yang fantastis. Saya berkesempatan mengamatinya dari kejauhan. Dia sudah 10 tahun di Spurs, bukan hanya 10 tahun,” sebut pelatih asal Denmark tersebut.
“Dia benar-benar legenda Spurs dalam segala hal. Saya bahkan menganggapnya sebagai salah satu pemain sayap terbaik yang pernah bermain di Liga Primer,” imbuh eks manajer Brentford tersebut.
Frank menyebut bahwa saat ini adalah momentum yang tepat bagi Son untuk pergi setelah rangkaian kenangan manis selama 10 tahun, yang kemudian diakhiri dengan gelar Europa League pada musim lalu.
“Saya pikir ini mungkin waktu yang tepat (bagi Son) untuk keluar dengan semangat tinggi. Sudah di sini selama 10 tahun, memenangkan trofi yang memang pantas,” sebut Thomas Frank.
“Ini hampir merupakan akhir yang sempurna untuk sebuah keluarga bahagia,” tukas nakhoda berusia 51 tahun tersebut.
Uji tanding menghadapi Newcastle United yang akan digelar di Korea Selatan, kampung halaman Son, disebut akan menjadi laga pamungkas bagi medalis Asian Games 2018 tersebut untuk Spurs.
Thomas Frank memastikan bahwa Son akan menjadi kapten sekaligus starter dari awal pertandingan pada laga tersebut.
Selama 10 tahun memperkuat Spurs, Son yang akrab disapa Sonny mempersembahkan total 173 gol dan 93 assist dari 454 pertandingan. Ia menempatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak kelima dalam sejarah klub sekaligus satu-satunya pesepak bola non-Britania Raya dalam 10 besar.
Klub Major League Soccer Amerika Serikat, Los Angeles FC, digadang-gadang akan menjadi destinasi berikutnya bagi Son, di mana di klub tersebut ia akan bereuni dengan eks rekan setimnya di Spurs, Hugo Lloris.***
Editor : Eli Kustiyawati