RADAR BOGOR - Menjelang uji tanding antara Porto melawan Atletico Madrid yang digelar di Estadio Do Dragao momen mengejutkan terjadi.
Di laga yang juga jadi momen Porto mempresentasikan skuadnya yang akan tampil pada musim 2025/26 itu, Luuk De Jong menjadi salah satu pemain yang keluar dari lorong dan diperkenalkan Porto di hadapan publik.
Peristiwa tersebut sontak saja menjadi pembicaraan lantaran kabar kepindahan Luuk De Jong yang sebelumnya memperkuat PSV Eindhoven tak pernah terdengar media atau jurnalis yang biasa membocorkan desas-desus transfer.
Padahal, semenjak berkembangnya media sosial, nyaris seluruh pergerakan klub-klub besar Eropa, mulai dari tahap pendekatan, negosiasi, hingga transfer disepakati, selalu berhasil dideteksi terlebih dahulu oleh media sebelum diumumkan secara resmi.
Baca Juga: Kilas Balik Perjalanan Alwi Farhan Juara Macau Open 2025, Gelar Super Series Kedua dalam Kariernya
Luuk de Jong memutuskan untuk meninggalkan PSV Eindhoven karena hasratnya untuk mengecap tantangan baru. Hal tersebut ia utarakan sebagaimana dikutip dari situs resmi PSV Eindhoven.
"Sekarang saya memilih tantangan yang berbeda, saya seorang petualang. Seseorang yang, bersama keluarganya, mencari petualangan,” ujar striker 34 tahun tersebut dilansir dari laman PSV.
“Seseorang yang ingin merasakan budaya dan olahraga di negara lain. Dan semoga meraih kesuksesan di sana juga," pungkas eks striker Barcelona tersebut.
Semenjak kembali ke PSV dari Sevilla pada 2022 lalu, Luuk tampil produktif dengan mencetak 74 gol dan 39 assist serta mengantarkan timnya merengkuh lima trofi, salah satunya adalah dua gelar Eredivisie secara back to-back.
Luuk de Jong sebenarnya adalah nama yang sangat familiar di sepakbola Belanda dimana dirinya dikenal sebagai striker dengan insting mencetak gol serta kekuatan sundulan yang ampuh.
Ia telah mencatatkan 39 penampilan untuk tim nasional Belanda dengan kontribusi delapan gol dan publik sepakbola juga baru mengenalnya kala ia didatangkan oleh Barcelona dengan status pinjaman dari Sevilla.
Kehadirannya itu pun mendapat tanggapan sinis fans lantaran usianya yang telah menginjak kepala tiga hingga dirinya yang dinilai tak cukup berkualitas.
Namun, Luuk berhasil menggaet hati fans dalam waktu cepat dimana ia beberapa kali menjadi penentu kemenangan dengan gol-golnya yang mayoritas berasal dari sundulan. Bersama Blaugrana, Luuk sudah berhasil menciptakan 7 gol dari 21 penampilan.
Di Porto sendiri, Luuk akan dilatih oleh eks pelatih Ajax Amsterdam Francesco Farioli. Keduanya tentu mengenal dengan baik satu sama lain karena pernah sama-sama berada di Eredivisie musim lalu.***
Editor : Eka Rahmawati