RADAR BOGOR – Air mata, sorak sorai, dan tepuk tangan panjang mengiringi perpisahan Son Heung-min dari Tottenham Hotspur.
Setelah satu dekade penuh gol, dedikasi, dan momen tak terlupakan, sang kapten Son Heung-min akhirnya menutup lembaran kariernya di London Utara markas Tottenham Hotspur.
Perjalanan itu mencapai puncaknya pada Mei lalu di Bilbao, saat Son Heung-min mengangkat trofi Liga Europa yang menjadi gelar pertamanya bersama Tottenham Hotspur.
Perjalanan Awal Karier
Perjalanan Son di Tottenham tidak selalu mulus. Bergabung pada Agustus 2015 dari Bayer Leverkusen, ia sempat kesulitan beradaptasi di musim pertamanya.
Cedera di awal musim membuat penampilannya kurang maksimal, bahkan sempat terpikir untuk kembali ke Bundesliga pada 2016 karena merasa belum nyaman di Inggris.
Namun, keputusannya untuk bertahan menjadi titik balik kariernya. Setelah kembali dari Olimpiade Rio 2016, Son tampil gemilang dan mulai mencetak gol-gol penting. Dari situlah, ia berkembang menjadi salah satu penyerang sayap terbaik di dunia.
Mesin Gol yang Konsisten
Kecepatan, kelincahan, dan kemampuan mencetak gol dengan kedua kaki menjadikan Son ancaman nyata bagi lawan.
Musim demi musim, ia selalu menyumbangkan gol krusial, mulai dari laga di Premier League hingga Liga Champions.
Gol di partai besar melawan Manchester City, Arsenal, dan Borussia Dortmund menjadi bagian dari momen-momen yang tidak terlupakan.
Musim 2021-2022 menjadi salah satu yang paling berkesan. Son meraih Sepatu Emas Premier League dengan torehan 23 gol, menyamai catatan Mohamed Salah. Hebatnya, seluruh gol tersebut ia cetak tanpa penalti.
Pemimpin dan Teladan
Ketika Harry Kane hengkang pada 2023, Son dipercaya menjadi kapten tim. Perannya bukan hanya di lapangan, tetapi juga di luar lapangan.
Dikenal rendah hati dan dermawan, ia selalu menjaga hubungan baik dengan rekan setim, staf klub, hingga para suporter. Sikap profesional dan rasa hormat kepada semua orang membuatnya menjadi panutan sejati.
Akhir yang Sempurna
Meski musim terakhirnya diwarnai cedera, Son Heung-min tetap memegang peran penting dalam perjalanan Tottenham menuju gelar Liga Europa.
Mengangkat trofi bersama klub yang ia bela selama satu dekade menjadi penutup karier yang manis di Spurs.
Bagi pendukung setia Spurs, Son Heung-min bukan sekadar pemain bintang. Ia adalah simbol semangat, kesetiaan, dan kegembiraan sepak bola.
Warisan yang ia tinggalkan akan terus hidup menginspirasi generasi berikutnya, dan membuat namanya dikenang selamanya di London Utara. (***)
Penulis : Muhammad Fadly Ardhian S/PKL Universitas Pakuan
Sumber : The Athletic